MURUNG RAYA – KALSELBABUSALAM.COM
Di tengah suasana khidmat temaram bulan suci, Masjid Jami Nurul Hidayah, Kelurahan Muara Laung I, menjadi saksi bisu sebuah seruan penting bagi masa depan masyarakat Kecamatan Laung Tuhup. Wakil Ketua I DPRD Murung Raya, Hj. Dina Maulidah, S.H.I., menegaskan bahwa penguatan sektor keagamaan harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan perempuan sebagai fondasi kesejahteraan daerah.

Pesan tersebut disampaikan Dina dalam agenda buka puasa bersama yang digelar pada Kamis, 26 Februari 2026. Mengusung tema “Merajut Kasih dalam Mencari Berkah di Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah”, kegiatan ini bukan sekadar seremoni rutin, melainkan upaya strategis DPRD untuk menyerap aspirasi sekaligus mempererat kohesi sosial.

Dina Maulidah, yang hadir mewakili Fraksi PKB, menyoroti bahwa peran perempuan dan penguatan nilai agama adalah dua variabel yang tidak bisa dipisahkan dalam membangun masyarakat yang harmonis. Menurutnya, keberdayaan perempuan di tingkat akar rumput akan berdampak langsung pada ketahanan ekonomi dan pendidikan keluarga.

“Kita harus terus menjaga dan meningkatkan kebersamaan ini, agar kita dapat membangun masyarakat yang lebih sejahtera dan harmonis,” ujar Dina di hadapan jamaah dan tokoh masyarakat.

Acara ini juga mencerminkan soliditas lembaga legislatif dan eksekutif di Murung Raya. Hadir mendampingi Dina, sejumlah pimpinan komisi dari berbagai latar belakang politik, di antaranya:
H. Rejikinoor, S.Sos (Ketua Komisi I DPRD/Fraksi PPP)
H. Barlin, S.E. (Sekretaris Komisi II DPRD/Fraksi PKS)

Kehadiran para pemangku kebijakan ini menunjukkan sinergi antara fungsi pengawasan legislatif dengan kebutuhan riil masyarakat di lapangan. Selain unsur DPRD, acara turut dihadiri oleh jajaran Sekretariat Dewan (Setwan), unsur eksekutif, yudikatif, serta jajaran Forkopimda Murung Raya dan Forkopimcam Laung Tuhup.

Selain aspek pemberdayaan, kegiatan ini diisi dengan doa bersama untuk memohon berkah dan ampunan di bulan Ramadhan. Partisipasi aktif dari tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat setempat mempertegas bahwa dialog antara pemerintah dan rakyat paling efektif dilakukan melalui pendekatan kultural dan religius.

Melalui momentum ini, DPRD Murung Raya berharap semangat kebersamaan yang terjalin di Laung Tuhup dapat menjadi katalisator bagi program-program pembangunan yang lebih inklusif di masa mendatang.(Lnkg)