INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,38 persen di level 7.070 pada sesi pertama perdagangan hari ini, Senin, 30 Maret 2026. Posisi tersebut membaik dibandingkan pembukaan pagi tadi yang anjlok di level 7.020. Sedangkan pada perdagangan pekan lalu, IHSG ditutup di level 7.097.

Berdasarkan data RTI Business, sebanyak 245 saham menguat, 423 saham menurun, dan 146 sisanya stagnan. Adapun Nilai transaksi tercatat sebesar Rp 7,73 triliun. Kemudian volume transaksi tercatat sebesar 14,42 miliar saham dan frekuensi transaksi mencapai 1,029 juta kali.

Saham perbankan kompak melemah. Saham Bank Central Asia (BBCA) terkoreksi 3,73 persen ke level 6.450. Saham Bank Negara Indonesia (BBNI) terkoreksi 2,05 persen ke level 3.820. Kemudian saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) terkoreksi 1,75 persen ke level 3.360. Sementara saham Bank Mandiri (BMRI) terkoreksi 1,26 persen sehingga parkir di level 4.700.

Sementara itu di sektor energi, Indo Tambangraya Megah (ITMG) menguat 3,47 persen ke level 29.825. Berikutnya, Alamtri Resources Indonesia (ADRO) menguat 3,15 persen ke level 2.620. Sedangkan Perusahaan Gas Negara (PGAS) menguat 2,18 persen ke level 1.875.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Imam Gunadi menilai pelaku pasar masih akan berada dalam bayang-bayang dinamika konflik Timur Tengah pada pekan ini. Dia mengatakan perhatian pasar pada awal pekan akan tertuju pada pidato Ketua The Fed Jerome Powell untuk membaca arah kebijakan bank sentral AS.

“Pasar akan mencari sinyal apakah The Fed akan tetap pada jalur kebijakan yang hati-hati atau justru membuka ruang pengetatan lebih lanjut, yang dapat memperkuat dolar AS dan menekan aset berisiko, termasuk emerging markets seperti Indonesia,” kata Imam dalam siaran pers pada Senin, 30 Maret 2026.

Dia berpendapat pasar masih dalam fase wait and see, sehingga pergerakan IHSG berpotensi senderung sideways di rentang 6.745-7.323.

Pilihan Editor: Bersiaga Menjelang Puncak El Nino

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.