
Mengawali pekan dengan optimisme, KalselBabusalam.com melaporkan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menuntaskan perdagangan sesi I pada Senin (13/4) siang di zona hijau yang membanggakan. Indeks acuan pasar saham Indonesia ini melesat tajam, menguat sebesar 147,868 poin atau setara 2,02 persen, dan kokoh bertengger di level 7.455,458. Sejalan dengan kinerja positif IHSG, Indeks LQ45 turut menunjukkan performa impresif dengan kenaikan 11,302 poin atau 1,54 persen, mencapai posisi 745,205.
Kinerja positif ini turut didukung oleh aktivitas transaksi yang menggairahkan di lantai bursa. Tercatat, sebanyak 348 saham berhasil menguat, menunjukkan dominasi tren kenaikan. Sementara itu, 305 saham harus melemah, dan 162 saham lainnya memilih untuk stagnan tanpa perubahan berarti. Dinamika perdagangan ini terefleksi dalam frekuensi transaksi yang mencapai 1,5 juta kali, melibatkan total volume perdagangan fantastis sebanyak 23,556 miliar saham, dengan nilai transaksi yang menyentuh angka Rp 10 triliun.
Namun, euforia kenaikan pasar saham tidak sepenuhnya merata di semua sektor. Nilai tukar rupiah siang ini justru menunjukkan tren yang berlawanan. Dilansir dari data Bloomberg, mata uang Garuda terpantau melemah tipis sebanyak 14 poin atau 0,08 persen, sehingga posisinya terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berada di level Rp 17.118. Kondisi ini menjadi perhatian di tengah kinerja positif IHSG.
Bursa Asia Merah
Berbanding terbalik dengan performa IHSG yang cemerlang, mayoritas bursa saham di kawasan Asia justru terpantau bergerak di zona merah. Kondisi ini mencerminkan sentimen negatif yang mendominasi pasar regional pada perdagangan siang tersebut.
- Indeks Nikkei 225 di Jepang tercatat mengalami penurunan 0,68 persen, mengakhiri sesi di level 56.535,39.
- Di Hong Kong, Indeks Hang Seng juga tak luput dari koreksi, melemah 1,18 persen ke posisi 25.587,25.
- Sementara itu, Indeks SSE Composite di China turun tipis 0,17 persen, berada pada level 3.979,26.
- Tidak ketinggalan, Indeks Straits Times di Singapura ikut merosot 0,42 persen, menutup perdagangan di angka 4.968,37.










