INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat di level 7.443 pada Selasa pagi, 10 Maret 2026. IHSG menguat 106 poin atau 1,4 persen dari penutupan hari sebelumnya yang tercatat berada di level 7.337.

Pada perdagangan Senin, 9 Maret 2026, IHSG ditutup melemah 3,27 persen di level 7.337. Adapun volume saham yang ditransaksikan sebanyak 46,8 miliar lembar saham dengan frekuensi sebanyak 2,47 juta kali transaksi. Sedangkan nilai transaksi mencapai Rp 23,88 triliun.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) David Kurniawan memprediksi IHSG akan bergerak dalam rentang support 7.400 dan resistance 7.900 selama pekan ini. Dia mengimbau para trader dan investor untuk mencermati sentimen Rating Risk dan tensi geopolitik.

“Fokus utama pelaku pasar pada pekan depan kemungkinan masih tertuju pada stabilitas sentimen investor terhadap ekonomi domestik, terutama setelah revisi outlook utang Indonesia oleh Fitch Ratings yang memicu kehati-hatian di pasar,” kata David dalam siaran pers, dikutip Selasa, 10 Maret 2026.

Menurutnya, investor akan mencermati apakah tekanan jual asing mulai mereda, pergerakan nilai tukar rupiah, serta bagaimana respons kebijakan dari Bank Indonesia dan pemerintah dalam menjaga kepercayaan pasar.

Selain itu, kata David, pergerakan harga komoditas global di tengah kecamuk perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran juga akan menjadi perhatian karena berpotensi menjadi penopang bagi saham-saham berbasis energi dan sumber daya alam.

Pilihan Editor: Efek Perpanjangan Penempatan Uang Pemerintah di Bank Negara

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.