JAKARTA – KALSELBABUSALAM.COM
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan resmi membawa ikon budaya sungai ke panggung nasional. Gubernur H. Muhidin meresmikan Dermaga Pasar Terapung Air Tawar di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (11/4/2026), sebagai strategi memperluas promosi budaya sekaligus mendongkrak sektor pariwisata Banua.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita oleh H. Muhidin yang didampingi Ketua TP PKK Kalsel, Hj. Fathul Jannah. Acara ini turut dihadiri Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan RI Restu Gunawan, Dirjen Bina Marga Kementerian PU Roy Rizali Anwar, jajaran Forkopimda Kalsel, serta para bupati dan wali kota se-Kalimantan Selatan.

Dalam sambutannya, Muhidin menegaskan kehadiran dermaga tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkenalkan budaya sungai khas Kalimantan Selatan ke tingkat nasional.

“Melalui kehadiran dermaga ini, kita berharap masyarakat dari berbagai daerah dapat mengenal lebih dekat kekayaan budaya sungai Kalimantan Selatan, sekaligus memperkuat posisi Kalsel sebagai salah satu simpul penting warisan budaya sungai di Indonesia,” ujar Muhidin.

Ia menekankan, pasar terapung bukan sekadar objek wisata, melainkan tradisi yang telah hidup sejak masa Kesultanan Banjar, ketika sungai menjadi pusat transportasi, interaksi sosial, hingga perdagangan masyarakat. Hingga kini, tradisi tersebut masih bertahan dan dapat disaksikan di kawasan wisata Pasar Terapung Lok Baintan.

“Di dermaga ini, kita menegaskan bahwa pasar terapung sebagai warisan budaya urang Banjar tetap ada dan bisa dinikmati. Kita hadirkan gambaran budaya sungai di TMII untuk memperkuat identitas budaya daerah sebagai bagian dari kekayaan nasional,” katanya.

Muhidin juga mendorong seluruh kepala daerah dan SKPD di lingkungan Pemprov Kalsel untuk menghidupkan kawasan tersebut melalui berbagai agenda rutin.

“Saya mengajak kita semua meramaikan pasar terapung ini dengan kegiatan setiap pekan, baik kesenian maupun event lokal, agar budaya Kalsel semakin dikenal masyarakat Jakarta,” ujarnya.

Apresiasi datang dari Kementerian Kebudayaan. Dirjen Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan, menilai inisiatif tersebut sebagai contoh konkret pengembangan dan pemanfaatan budaya daerah.

“Ini adalah satu contoh bagaimana pengembangan dan pemanfaatan budaya itu ada di Kalimantan Selatan. Kita berharap ke depan ada warisan budaya tak benda Kalsel yang bisa diusulkan ke UNESCO,” kata Restu.

Usai peresmian, Muhidin bersama Hj. Fathul Jannah menyempatkan diri berinteraksi langsung dengan pedagang pasar terapung—dikenal sebagai “acil wan paman”—serta membeli aneka buah dan kue tradisional yang dijajakan di atas jukung.

Selain itu, Ketua TP PKK Kalsel juga mengunjungi stan UMKM dan Dekranasda yang menampilkan produk unggulan daerah.

Kegiatan yang mengusung tema “Pesona Pasar Terapung, Lestarikan Budaya, Tumbuhkan Ekonomi Kerakyatan, dan Perkuat Hilirisasi Industri Kreatif Banua” ini juga diramaikan dengan pertunjukan seni tradisional Banjar, simulasi pasar terapung, pameran kerajinan, kuliner khas Banua, hingga fashion show wastra daerah.

Pembangunan dermaga ini didukung melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bank Kalsel, sebagai bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan sektor perbankan dalam penguatan budaya dan pariwisata.

Pemprov Kalsel berharap, kehadiran Dermaga Pasar Terapung di TMII tak hanya menjadi etalase budaya, tetapi juga mampu menarik wisatawan untuk berkunjung langsung ke Kalimantan Selatan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan dan industri kreatif daerah.(Adpim/Kb)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.