Penelitian Baru: Konsumsi Daging Merah dan Olahan Meningkatkan Risiko Kanker Kolorektal pada Usia Muda
Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa konsumsi daging merah dan makanan olahan dapat berkontribusi pada peningkatan risiko kanker kolorektal pada individu yang masih muda. Studi ini dilakukan oleh Cleveland Clinic dan mengungkap bahwa metabolit, yaitu molekul hasil pencernaan dari makanan tertentu, menjadi faktor utama dalam meningkatkan risiko penyakit tersebut.
Kanker kolorektal adalah jenis kanker yang berkembang di usus besar atau bagian terbawah usus besar yang terhubung ke anus. Meskipun biasanya menyerang orang lanjut usia, tren terakhir menunjukkan peningkatan kasus kanker kolorektal pada kelompok usia muda. Hal ini memicu kekhawatiran di kalangan para ahli medis.
Dr. Suneel Kamath, seorang ahli onkologi gastrointestinal dan peneliti utama, menjelaskan bahwa pola makan memiliki pengaruh lebih besar dibandingkan mikrobioma—kumpulan mikroorganisme seperti bakteri dan virus—dalam menentukan risiko kanker pada pasien muda. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar pencegahan kanker dimulai dengan konsultasi mengenai pola makan dengan dokter.
“Kita bisa menyaring risiko dengan tes sederhana berdasarkan biomarker,” ujar Dr. Suneel Kamath.
Peneliti lain, Dr. Thejus Jayakrishnan dan Dr. Naseer Sangwan, juga memvalidasi temuan ini. Mereka menemukan bahwa pola makan menjadi pendorong utama perbedaan risiko kanker antara pasien muda dan tua. Dr. Sangwan menegaskan bahwa meskipun mikrobioma penting, data mereka menunjukkan bahwa diet adalah faktor utama dalam peningkatan risiko kanker.
Studi ini juga menemukan bahwa pasien muda dengan kanker kolorektal memiliki kadar metabolit arginin dan siklus urea yang lebih tinggi, yang kemungkinan besar disebabkan oleh konsumsi jangka panjang daging merah dan olahan. Temuan ini sedang diuji menggunakan data nasional untuk melihat apakah pola serupa terjadi di populasi yang lebih luas.
Di Indonesia, kanker kolorektal menjadi salah satu jenis kanker yang paling umum. Menurut Yayasan Kanker Indonesia pada tahun 2022, kanker kolorektal menduduki posisi ke-4 sebagai kasus kanker terbanyak, setelah kanker payudara, kanker serviks, dan kanker paru-paru. Selain itu, kanker ini juga menjadi penyebab kematian akibat kanker di posisi ke-5.
Untuk mengurangi risiko kanker kolorektal, ada beberapa langkah yang dapat diambil:
- Konsumsi makanan tinggi serat setiap hari, seperti sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian.
- Batasi konsumsi makanan berlemak, daging merah, serta makanan cepat saji.
- Lakukan aktivitas fisik secara rutin.
- Hindari kebiasaan merokok dan minum alkohol.
- Jaga berat badan tetap ideal, atau turunkan berat badan jika mengalami obesitas.
- Kendalikan kadar gula darah dengan baik, terutama bagi penderita diabetes.
Dengan menjaga pola makan, berolahraga, dan menghindari faktor risiko, Anda dapat menurunkan kemungkinan terkena kanker kolorektal di masa depan. Langkah-langkah sederhana ini dapat menjadi awal dari upaya pencegahan yang efektif.




