KalselBabusalam.comJAKARTA. Pasar modal Indonesia menunjukkan dinamikanya. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belakangan ini mulai memperlihatkan tanda-tanda rebound sepanjang pekan terakhir, meskipun dalam skala bulanan, tren koreksinya masih terasa. Menariknya, pergerakan indeks menjelang dan selama bulan suci Ramadan justru dinilai tidak memiliki pola khusus yang signifikan untuk strategi investasi jangka menengah hingga panjang.

Menurut pengamat pasar modal terkemuka, Irwan Ariston, fondasi utama keputusan investasi seharusnya selalu berlabuh pada analisis fundamental yang mendalam serta perhitungan valuasi saham yang cermat. Baginya, faktor musiman seperti momentum Ramadan, meskipun sering menjadi sorotan, tidak seharusnya menjadi penentu utama arah investasi.

“Jika berbicara tentang investasi, landasan kita adalah analisa fundamental, termasuk penghitungan valuasi teoritis saham,” jelas Irwan Ariston, dilansir dari Kontan. Ia menegaskan bahwa pengaruh Ramadan atau momentum musiman lainnya, pada hakikatnya, tidak terlalu signifikan dalam memengaruhi keputusan investasi jangka panjang.

WIFI Percepat Ekspansi Broadband Murah, Internet Rakyat Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

Irwan juga menambahkan bahwa momentum-momentum musiman tertentu, seperti perayaan Ramadan, Imlek, hingga Natal dan Tahun Baru, cenderung memberikan dampak yang lebih terasa pada aktivitas trading jangka pendek. Hal ini berbeda dengan keputusan investasi yang memerlukan pertimbangan lebih strategis dan berjangka panjang.

Lebih lanjut, Irwan menjelaskan bahwa arah pergerakan pasar saham sesungguhnya lebih banyak digerakkan dan ditentukan oleh faktor-faktor makroekonomi. Dinamika suku bunga, kebijakan tarif pemerintah, serta sentimen global yang meliputi isu-isu krusial terkait indeks pasar modal – seperti yang sempat mengemuka sebelumnya – adalah pilar utama yang membentuk tren pasar, bukan sekadar perayaan musiman.

“Keputusan investasi secara substansial lebih dipengaruhi oleh faktor makro, misalnya isu seputar MSCI, perubahan suku bunga, tarif, dan sentimen-sentimen serupa yang memiliki daya ungkit besar,” tegas Irwan, merangkum poin-poin pentingnya.

Mencermati kondisi tersebut, investor disarankan untuk tidak terlalu terpaku atau berfokus pada tema-tema musiman saat menyusun strategi portofolio mereka. Pendekatan yang konsisten berbasis fundamental, diiringi dengan disiplin ketat terhadap valuasi saham, tetap menjadi kunci utama untuk meraih keberhasilan di tengah gejolak dan volatilitas pasar yang kerap berubah.

Sebagai penutup, Irwan Ariston menekankan bahwa strategi yang paling relevan dan bijak menjelang bulan Ramadan adalah tetap bersikap selektif. Investor harus berpegang teguh pada kualitas fundamental emiten yang solid, sementara bagi para trader, momentum musiman justru dapat dimanfaatkan sebagai celah untuk mencari peluang keuntungan jangka pendek yang cepat.

Hadapi Beragam Sentimen, Prospek UNVR pada 2026 Masih Menantang

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.