KalselBabusalam.com – Mantan asisten pelatih Timnas Indonesia, Alex Pastoor, kini memberikan pandangannya mengenai berakhirnya kerja sama tim pelatih asal Belanda dengan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

Dilansir dari akun Instagram @perspectivefootball.id, Pastoor menilai bahwa target Timnas Indonesia untuk menembus putaran final Piala Dunia bukan sekadar tantangan, melainkan sesuatu yang kurang realistis untuk dicapai dalam waktu dekat.

Pastoor menegaskan bahwa dirinya dan tim telah mengerahkan upaya maksimal selama masa baktinya bersama skuad Garuda. “Saya pikir kami sudah melakukan itu sepenuhnya. Tapi, itu tidak cukup untuk mengalahkan negara-negara dengan kelas seperti Arab Saudi,” ujarnya, menyoroti standar kompetisi yang sangat tinggi.

Menurutnya, meskipun para pemain dan staf pelatih telah berjuang keras, level persaingan global menuntut kualitas dan pengalaman yang jauh melampaui apa yang dimiliki saat ini.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa proyek pembangunan sepak bola Indonesia seyogianya tidak melulu berfokus pada capaian instan atau hasil jangka pendek. “Saya pikir mereka sedang mengerjakan proyek yang akan berlangsung lebih lama dari sekadar mencoba mencapai Piala Dunia,” tambahnya.

Pastoor menilai, tekanan publik yang masif serta atmosfer negatif yang menyelimuti tim turut menjadi faktor penentu keputusan untuk mengakhiri kerja sama dengan federasi. “Setelah kembali dari Jeddah, suasananya benar-benar berat. Kami berdiskusi beberapa hari kemudian dan akhirnya sepakat bahwa ini adalah akhir dari semuanya,” jelasnya.

Menurut Pastoor, terdapat tiga poin utama dalam kesepakatan tersebut yang menjadi refleksi perjalanan mereka:

1. Ambisi besar untuk bisa tampil di Piala Dunia, meskipun secara realistis amat berat bagi tim dengan peringkat ke-119 dunia.

2. Prioritas pembinaan pemain lokal di level U-23 dan U-20, yang digarap serius melalui kontribusi Gerald Vanenburg dan Frank van Kempen.

3. Inisiatif jangka panjang untuk mencetak lebih banyak talenta kompetitif di negara dengan populasi 280 juta jiwa, guna memperkuat fondasi sepak bola nasional.

Meskipun kepergiannya dari timnas menyisakan sedikit ganjalan, Pastoor tetap optimis dan menilai Indonesia memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya tergali. “Dengan sistem yang kuat dan kesabaran, Indonesia bisa mencapai level yang lebih tinggi,” pungkasnya.

Pernyataan Alex Pastoor menjadi cermin krusial bagi peta jalan sepak bola nasional. Membangun sebuah tim yang tangguh dan berdaya saing global bukanlah proses yang bisa ditempuh secara instan. Dibutuhkan waktu, pembinaan yang konsisten dari akar rumput, serta visi jangka panjang yang terarah agar mimpi besar tampil di Piala Dunia suatu hari nanti dapat benar-benar terwujud.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.