Barito Kuala – KALSELBABUSALAM.COM
Perkembangan teknologi informasi dan media sosial yang semakin pesat dinilai membawa tantangan tersendiri bagi pembinaan keagamaan, khususnya terhadap generasi muda. Kemudahan mengakses berbagai informasi tanpa batas membuat anak-anak dan remaja rentan terpapar beragam konten, ideologi, maupun gaya hidup yang tidak sejalan dengan nilai-nilai agama dan budaya bangsa.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Kuala, Bukhari Muslim, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa salah satu tantangan yang dihadapi saat ini adalah semakin mudahnya berbagai perilaku dan paham yang menyimpang menyebar melalui media sosial, termasuk konten yang berkaitan dengan LGBTQ.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital harus disikapi secara bijaksana oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama para orang tua dan generasi muda sebagai pengguna aktif media sosial.
“Media sosial memberikan banyak manfaat, namun di sisi lain juga membuka ruang masuknya berbagai pengaruh yang tidak selalu sesuai dengan nilai-nilai agama. Karena itu diperlukan penguatan iman, akhlak, dan pemahaman keagamaan agar generasi muda memiliki kemampuan untuk menyaring informasi yang diterimanya,” ujarnya.
Bukhari menegaskan bahwa umat Islam telah diberikan pedoman hidup yang jelas melalui Al-Qur’an dan Sunnah. Oleh karena itu, masyarakat perlu memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT dan Rasulullah SAW sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan zaman.
Salah satu amalan yang terus dianjurkan adalah memperbanyak bershalawat kepada Rasulullah SAW sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Ahzab ayat 56, “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”
Menurutnya, shalawat tidak hanya menjadi bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW, tetapi juga merupakan sarana memperkuat keimanan dan keteguhan hati dalam menjalani kehidupan.
“Dengan memperbanyak shalawat kepada Rasulullah SAW, insya Allah hati akan semakin dekat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, sehingga kita diberikan kekuatan dalam menjalani kehidupan serta dijauhkan dari berbagai bentuk pemahaman dan perilaku yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Ini merupakan salah satu ikhtiar spiritual yang penting dilakukan oleh umat Islam,” katanya.
Ia menilai perkembangan teknologi digital membawa tantangan baru bagi pembinaan keagamaan. Generasi muda saat ini dapat dengan mudah mengakses berbagai informasi tanpa batas, termasuk konten-konten yang berpotensi memengaruhi pola pikir dan perilaku mereka.
Karena itu, Bukhari menekankan pentingnya peran keluarga, lembaga pendidikan, tokoh agama, dan masyarakat dalam memberikan pendampingan serta pengawasan kepada generasi muda agar memiliki pemahaman keagamaan yang kuat dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai paham yang bertentangan dengan ajaran Islam.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan pengawasan semata. Yang lebih penting adalah membangun pemahaman agama yang benar, memperkuat karakter, dan menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini sehingga generasi muda memiliki ketahanan dalam menyikapi berbagai pengaruh dari luar,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Kementerian Agama Kabupaten Barito Kuala akan terus memperkuat berbagai program pembinaan keagamaan yang menyasar kalangan pelajar, remaja, dan generasi muda melalui sinergi dengan Kantor Urusan Agama (KUA), madrasah, pondok pesantren, penyuluh agama, majelis taklim, serta berbagai lembaga pendidikan dan keagamaan lainnya.
Menurutnya, upaya tersebut bertujuan untuk memperkuat pemahaman keagamaan generasi muda agar mampu menghadapi berbagai tantangan sosial dan budaya yang berkembang di era digital tanpa kehilangan jati diri sebagai umat beragama.
“Kami akan terus berupaya meningkatkan pembinaan dan edukasi keagamaan kepada generasi muda agar mereka memahami ajaran Islam secara utuh, memiliki ketahanan moral yang kuat, serta mampu menjaga diri dari berbagai bentuk perilaku dan paham yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama. Ini menjadi bagian dari tanggung jawab bersama dalam menyiapkan generasi penerus yang beriman, berilmu, dan berakhlakul karimah,” ujarnya.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga dan membimbing generasi muda melalui penguatan pendidikan agama, keteladanan, serta lingkungan sosial yang sehat dan kondusif.
“Semoga Allah SWT senantiasa melindungi generasi muda kita dan seluruh umat dari berbagai pemikiran, perilaku, serta pengaruh yang menyimpang dari ajaran Islam, serta memberikan kekuatan kepada kita semua untuk terus menjaga nilai-nilai keimanan dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.



