BNI: Kenaikan BI rate keputusan tepat, intermediasi bakal tetap terjagaKalselBabusalam.comKONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menyambut baik keputusan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25%. Langkah ini, menurut BNI, adalah strategi krusial untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah gejolak tekanan global yang masih intens.

Okki Rushartomo, Corporate Secretary BNI, menegaskan bahwa kebijakan moneter ini mencerminkan respons proaktif otoritas dalam membentengi nilai tukar rupiah, mengendalikan laju inflasi, serta memperkuat ketahanan sektor keuangan nasional. Dilansir dari keterangan resmi pada Jumat (22/5/2026), Okki menyatakan, “BNI memandang keputusan Bank Indonesia menaikkan BI Rate sebagai langkah yang terukur dan sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional serta memperkuat daya tahan sektor keuangan.”

Lebih lanjut, Okki menambahkan bahwa kebijakan moneter tersebut juga berperan vital dalam menjaga iklim usaha yang kondusif dan memastikan fungsi intermediasi perbankan tetap berjalan sehat. Hal ini menjadi semakin penting mengingat kondisi pasar keuangan global yang masih diselimuti ketidakpastian.

Menyikapi dinamika ini, Okki memastikan bahwa BNI akan senantiasa mencermati perkembangan kondisi ekonomi dan pasar keuangan dengan prinsip kehati-hatian atau prudent. Tujuannya adalah untuk menjamin dukungan pembiayaan kepada nasabah tetap berjalan optimal dan berkelanjutan. Selain itu, emiten berkode saham BBNI ini juga secara proaktif akan melakukan evaluasi dan pemantauan berkala terhadap portofolio kredit serta menjaga kualitas aset di tengah pergerakan kebijakan moneter baik di tingkat global maupun domestik.

“Kami akan terus menjaga keseimbangan antara memberikan nilai tambah yang signifikan bagi nasabah dan senantiasa menjalankan prinsip kehati-hatian perbankan. Di saat yang sama, BNI tetap teguh berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui penyaluran kredit yang sehat dan bertanggung jawab,” pungkas Okki.

Dalam pandangan BNI, kenaikan BI Rate ini menjadi pilar penting untuk memelihara stabilitas makroekonomi di tengah berbagai tekanan eksternal. Tekanan tersebut mencakup ketidakpastian arah suku bunga global, fluktuasi nilai tukar yang tajam, hingga eskalasi tensi geopolitik yang berpotensi memengaruhi arus modal dan stabilitas pasar keuangan di negara-negara berkembang.

Menghadapi kompleksitas kondisi tersebut, BNI menegaskan komitmennya untuk terus menjaga fungsi intermediasi perbankan. Perseroan juga akan memperkuat fundamental bisnisnya agar senantiasa adaptif dan resilien, mampu menghadapi berbagai dinamika ekonomi global yang tidak terduga.