Prabowo di retret DPRD: Saya ingin bicara dari hati ke hatiKalselBabusalam.com – Presiden terpilih, Prabowo Subianto, menyampaikan pidato penting dalam acara retret Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang diselenggarakan di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, pada Sabtu, 18 April 2026. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo secara terbuka menyatakan keinginannya untuk berbicara terus terang dan dari hati ke hati kepada seluruh ketua DPRD yang hadir.

Pilihan editor: Putar Otak Kampus Mencegah Kecurangan UTBK

Ketua Umum Partai Gerindra tersebut menegaskan urgensi kehadirannya secara langsung, bertujuan untuk menjalin komunikasi mendalam dengan para legislator daerah. “Sebagai anak bangsa, pada hari ini saya ingin berbicara dari hati ke hati, saya ingin menyampaikan apa adanya tanpa tedeng aling-aling,” ujar Prabowo dalam acara tersebut, sebagaimana dikutip dari keterangan resmi Sekretariat Presiden.

Prabowo menekankan bahwa para ketua DPRD yang hadir merupakan para patriot sejati. Oleh karena itu, ia merasa berkewajiban untuk menyampaikan pesan-pesan penting tanpa sedikit pun menyembunyikan apapun. “Saya berpandangan sebagai seorang anak bangsa, sebagai seorang patriot, karena saya datang ke sini, saya bertemu saudara-saudara sekalian dengan satu praanggapan bahwa kita semua yang berada di tenda ini adalah para patriot bangsa,” tegas mantan Menteri Pertahanan di era Presiden Joko Widodo tersebut.

Sembari mengingatkan kembali niatnya untuk berbicara apa adanya dan dari lubuk hati terdalam, Prabowo tak segan menyampaikan potensi reaksi yang mungkin timbul. “Mungkin saja jika saya berbicara nanti, ada di antara saudara-saudara yang kurang berkenan, mungkin ada yang merasa tersinggung, atau bahkan ada yang merasa sedih,” kata Prabowo, mengisyaratkan kejujuran yang bisa jadi pahit.

Momen pidato Prabowo pada acara retret DPRD itu sempat disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi Sekretariat Presiden. Namun, pada awal sambutannya, Prabowo secara terang-terangan mempertanyakan kehadiran wartawan. “Saudara-saudara sekalian… apakah ada wartawan di sini? Hah? Tidak ada? Apakah ada wartawan? Sudah keluar? Sudah keluar, ya?” tanya Prabowo, dengan nada penuh selidik.

Prabowo kemudian mengalihkan perhatiannya pada kamera-kamera yang tengah merekam. “Apakah itu kamera kita sendiri? Iya? Oh, maaf, ya, wartawan. Karena saat ini ada permasalahan di dunia, kita tidak memahami kepentingan…” Ironisnya, tepat setelah Prabowo mengucapkan kata “kepentingan”, siaran langsung tersebut mendadak diputus, dan perkataannya pun terhenti. Alhasil, sesi pengarahan dari Kepala Negara dalam retret tersebut berlanjut secara tertutup.

Dilansir dari Tempo, Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, yang turut serta dalam kegiatan retret tersebut, belum memberikan tanggapan terkait substansi pesan yang disampaikan Prabowo kepada para peserta. Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu dilaporkan belum merespons pesan hingga artikel ini ditulis.

Acara retret ini sendiri diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) untuk ratusan ketua DPRD, berlangsung dari tanggal 15 hingga 19 April 2026. Agenda strategis ini mengundang total 557 Ketua DPRD dari seluruh penjuru Indonesia, yang terdiri dari 38 Ketua DPRD Provinsi, 93 Ketua DPRD Kota, serta 415 Ketua DPRD Kabupaten.

Selain itu, sebelas orang pengurus dari Asosiasi Ketua DPRD Kabupaten seluruh Indonesia juga turut diikutsertakan dalam retret penting ini. Namun demikian, tercatat hanya 479 dari total 557 Ketua DPRD yang hadir dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Gubernur Lemhanas, Ace Hasan Syadzily, menjelaskan bahwa tujuan utama penyelenggaraan retret ini adalah untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan DPRD dalam menghadapi beragam tantangan pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah. “Para peserta didorong untuk berperan aktif sebagai mitra strategis pemerintah daerah dan menjadi agen perubahan yang efektif,” papar Ace pada Rabu, 15 April 2026.

Retret semacam ini memang kian menjadi agenda rutin di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Sebelumnya, kegiatan retret serupa juga telah diwajibkan bagi para menteri kabinet Merah Putih serta jajaran kepala daerah.

Ervana Trikarinaputri berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Pilihan editor: Urgensi Retret Ketua DPRD di Tengah Pemangkasan Anggaran