EMPAT awak pesawat tewas ketika pesawat pengisian bahan bakar Angkatan Udara AS jatuh di Irak pada Kamis, Komando Pusat Amerika Serikat mengumumkan pada Jumat 13 Maret 2026.

Pesawat KC-135 Stratotanker AS tersebut membawa enam awak ketika pesawat tersebut hilang di wilayah udara sekutu dalam sebuah insiden selama Operasi Epic Fury.

“Keadaan insiden tersebut sedang diselidiki. Namun, hilangnya pesawat tersebut bukan karena tembakan musuh atau tembakan dari pihak sendiri,” klaim pejabat USCC seperti dilansir The New York Post.

Dua pesawat diklaim terlibat dalam kecelakaan itu. Pesawat kedua, yang juga merupakan KC-135, mendarat dengan selamat.

Militer AS merahasiakan identitas awak pesawat hingga 24 jam setelah keluarga mereka diberitahu.

Kondisi dua anggota lainnya belum segera diungkapkan.

Perlawanan Islam di Irak, sebuah kelompok payung dari faksi-faksi bersenjata yang didukung Iran, mengklaim bertanggung jawab atas penembakan jatuh pesawat tersebut pada Kamis malam.

Kelompok tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah menembak jatuh pesawat tanker pengisian bahan bakar militer tersebut “untuk membela kedaulatan dan wilayah udara negara kami.”

Empat kematian tersebut meningkatkan jumlah korban jiwa militer Amerika menjadi 11 sejak AS meluncurkan Operasi Epic Fury pada 28 Februari.

Enam anggota Cadangan Angkatan Darat AS tewas ketika Iran melancarkan serangan drone ke pangkalan AS di Kuwait pada 28 Februari. Satu orang lainnya tewas pada Sabtu setelah mengalami luka-luka selama serangan di Arab Saudi awal Maret.

Pilihan Editor: Iran Klaim Pesawat Isi Bahan Bakar AS Ditembak Jatuh di Irak

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.