
kalselbabusalam.com JAKARTA. PT Zurich General Takaful Indonesia, atau yang dikenal dengan Zurich Syariah, memproyeksikan bahwa potensi penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) pada tahun ini akan membawa dampak signifikan terhadap instrumen Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Sebagai informasi, sepanjang tahun 2025 lalu, BI telah memangkas suku bunga sebanyak 125 basis poin (bps), hingga mencapai level 4,75%.
Presiden Direktur Zurich Syariah, Hilman Simanjuntak, menjelaskan bahwa tren penurunan suku bunga BI berpotensi memicu penguatan harga SBSN di pasar sekunder. Namun, Hilman juga memberikan pandangan bahwa imbal hasil dari penerbitan SBSN yang baru kemungkinan akan lebih rendah dibandingkan sebelumnya, dilansir dari Kontan.
Lebih jauh, Hilman menegaskan bahwa SBSN tetap menjadi pilihan investasi yang relevan dan strategis bagi industri asuransi syariah, khususnya di tengah fluktuasi dan ketidakpastian kondisi ekonomi global saat ini. Menurutnya, SBSN menawarkan keseimbangan yang optimal antara potensi imbal hasil dan tingkat risiko yang terukur. Pilihan ini juga selaras dengan komitmen perusahaan dalam mengelola portofolio investasi secara prudent (hati-hati) dan berkelanjutan.
Dalam menyusun strategi penempatan investasi untuk tahun ini, Hilman mengungkapkan bahwa Zurich Syariah akan menjadikan SBSN sebagai prioritas utama. Keputusan ini didasari oleh karakteristik instrumen tersebut yang menawarkan stabilitas dan horizon investasi jangka menengah hingga panjang yang menarik.
Melengkapi strategi tersebut, Zurich Syariah juga akan terus menerapkan diversifikasi portofolio berbasis prinsip syariah. Ini mencakup penempatan dana pada deposito syariah, SBSN, serta sukuk korporasi. Hilman menambahkan, pihaknya senantiasa terbuka untuk mengeksplorasi peluang diversifikasi ke instrumen-instrumen lain yang menjanjikan potensi imbal hasil menarik dengan tingkat risiko yang tetap terkendali, seiring dengan dinamika pasar yang berkembang.
Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa total investasi industri asuransi syariah per November 2025 mencapai angka Rp 40,20 triliun. Angka ini mencerminkan pertumbuhan yang solid sebesar 12,42% secara tahunan (YoY).
Secara spesifik, penempatan investasi di SBSN oleh industri asuransi syariah per November 2025 tercatat sebesar Rp 17,26 triliun. Angka ini melonjak 19,86% secara YoY dan mendominasi portofolio investasi dengan porsi mencapai 42,93% dari total keseluruhan.










