KalselBabusalam.com – SUPERBALL.ID – Timnas U-17 Indonesia menelan kekalahan telak di matchday pertama fase grup Piala Dunia U-17 2025, Vietnam soroti nasib Garuda Asia.
Skuad Timnas U-17 Indonesia harus menelan pil pahit kekalahan telak dalam laga perdana Grup H Piala Dunia U-17 2025. Menghadapi Zambia, tim asal Afrika yang menempati peringkat ke-87 FIFA, Garuda Asia tak berdaya dan takluk dengan skor 1-3. Pertandingan yang digelar di Aspire Zone, Qatar, pada Selasa (4/11/2025) itu menjadi awal yang sulit bagi pasukan Merah Putih, meskipun sempat memimpin terlebih dahulu.
Kiprah Timnas U-17 Indonesia di laga tersebut sebenarnya diawali dengan optimisme ketika Zahaby Gholy berhasil membawa tim unggul pada menit ke-12. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Zambia segera merespons dengan cepat. Abel Nyirongo membalikkan keadaan lewat dua gol beruntun yang ia lesakkan pada menit ke-35 dan 37. Pesta gol wakil Afrika itu ditutup oleh Lukonde Mwale yang mencetak gol pamungkas, mengunci kemenangan 3-1 untuk Zambia.
Pelatih Nova Arianto harus menerima kenyataan pahit melihat anak asuhnya menelan kekalahan telak di laga pembuka ini. Meskipun hasil tersebut belum sepenuhnya mengakhiri perjalanan Garuda Asia di turnamen, pertandingan kedua akan menjadi penentu krusial. ‘Nyawa’ skuad Timnas U-17 Indonesia akan dipertaruhkan; apakah mereka mampu bertahan atau harus angkat koper lebih awal. Tantangan berikutnya sangat berat, karena mereka akan menghadapi raksasa sepak bola, Brasil, yang sebelumnya tampil memukau dengan menggulung Honduras tujuh gol tanpa balas.
Meski dihadapkan pada lawan yang kuat, Nova Arianto tetap optimistis dengan kemampuan timnya. Ia menegaskan bahwa Timnas U-17 Indonesia tidak boleh larut dalam kekalahan dan harus segera bangkit. “Segera melupakan laga malam ini (melawan Zambia), cukup malam ini saja menyesal tapi besoknya kita harus fokus pada laga selanjutnya,” ujarnya. Sang pelatih juga menekankan pentingnya peningkatan fokus dan kerja keras, mengingat performa yang kurang maksimal di laga perdana. “Lebih fokus dan bekerja keras lagi karena tahu sendiri, di laga pertama kita kurang maksimal. (Lawan Brasil) formasi tetap sama.”
Nova Arianto mengakui bahwa tekanan tinggi adalah salah satu keunggulan di Piala Dunia U-17 2025 ini. Namun, ia telah berpesan kepada para pemainnya untuk tidak gentar. “Saya sampaikan ke pemain jangan takut sebelum bertanding. Kita coba sejauh mana kemampuan kita untuk melawan Brasil, harapannya pemain lebih berani lagi dan siap untuk laga besok,” tambahnya, memotivasi skuad Garuda Asia untuk tampil maksimal tanpa beban.
Sorotan terhadap nasib Timnas U-17 Indonesia di turnamen ini juga datang dari Vietnam. Media-media di sana menyampaikan pesan penting agar pasukan Nova Arianto tidak angkat koper terlalu cepat. Khususnya untuk menghadapi Brasil, Vietnam berharap Indonesia dapat menghindari kekalahan telak, mengingat peluang lolos dari fase grup masih terbuka lebar. “Di laga kedua, Indonesia akan menghadapi tantangan berat melawan Brasil,” dilansir dari media Vietnam, Dantri.com.vn.
Media tersebut juga menambahkan bahwa “Indonesia harus menghindari kekalahan telak, karena delapan dari 12 tim peringkat ketiga terbaik masih berpeluang lolos ke fase knock-out.” Ini menunjukkan pentingnya menjaga selisih gol, bahkan jika hasil seri atau kemenangan sulit diraih.
Oleh karena itu, reset permainan menjadi strategi utama yang harus diterapkan Timnas U-17 Indonesia, di samping mengantisipasi taktik Brasil yang dikenal agresif. Sesuai arahan Nova Arianto, para pemain tidak boleh gentar menghadapi pressing ketat lawan. Ketenangan dan fokus dalam penguasaan bola akan menjadi kunci vital untuk meredam serangan-serangan cepat dan mematikan dari Brasil.
Mata publik sepak bola kini tertuju pada performa Timnas U-17 Indonesia di laga krusial melawan Brasil. Akankah Garuda Asia mampu bangkit dan membuktikan kemampuannya di panggung Piala Dunia U-17 2025?











