Hansi Flick Hengkang dari Barcelona? Alasan Mengejutkan Terungkap!

KalselBabusalam.com Sebuah kabar mengejutkan datang dari Camp Nou, di mana pelatih Barcelona, Hansi Flick, santer dikabarkan berniat untuk segera meninggalkan Blaugrana. Berita ini sontak menimbulkan tanda tanya besar mengingat pelatih asal Jerman tersebut baru saja menukangi tim.

Hansi Flick, yang baru memulai musim keduanya bersama Barcelona setelah bergabung pada musim panas 2024 sebagai suksesor Xavi Hernandez, dilaporkan telah menyampaikan niatnya untuk tidak berlama-lama melatih klub kepada staf kepelatihannya.

Padahal, mantan pelatih Timnas Jerman ini menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun yang sedianya akan berakhir pada musim panas 2027. Dengan sisa waktu kontrak dua tahun, durasi ini sebenarnya tidak bisa dibilang terlalu singkat. Namun, rumor yang beredar kencang menyebutkan bahwa ia telah mengutarakan keinginannya untuk hengkang kepada para stafnya.

Alasan Hansi Flick Berniat Keluar

Dilansir dari ABC Espana, keinginan Hansi Flick untuk angkat kaki dari Barcelona sudah muncul sejak September 2025. Sumber tersebut mengungkapkan bahwa Flick merasa sangat lelah dengan situasi internal yang terjadi di klub.

Meski demikian, niat ini baru ia sampaikan secara terbatas kepada staf kepelatihannya dan belum diungkapkan kepada manajemen klub secara resmi.

Selain faktor kelelahan, ada penyebab lain yang memperkuat keinginan Flick untuk meninggalkan raksasa Catalan. Pelatih berusia 60 tahun itu merasa kurangnya komitmen dari para pemain terhadap kepemimpinannya.

Flick mulai melihat adanya perubahan sikap pada para pemainnya, terutama setelah mereka meraih popularitas dan prestasi tertentu. Beberapa individu bahkan menunjukkan perilaku indisipliner, seperti sering terlambat dalam menghadiri sesi latihan, yang mengindikasikan bahwa mereka lebih memprioritaskan kepentingan pribadi dibandingkan keutuhan tim.

Baginya, segelintir pemain Blaugrana lebih mengutamakan ego pribadi ketimbang esensi kolektivitas dan tujuan tim.

Sesalkan Sikap Lamine Yamal

Salah satu insiden yang memicu kegeraman Hansi Flick adalah terkait sikap bintang muda Barcelona, Lamine Yamal. Ia merasa bahwa pihak klub terlalu membiarkan Yamal bertindak semaunya, termasuk melakukan perjalanan ke Milan sesaat setelah pertandingan El Clasico.

Situasi semakin runyam ketika Lamine Yamal juga sempat terlibat drama menjelang pertandingan krusial melawan Paris Saint-Germain di Liga Champions. Pada momen tersebut, Flick menghadapi tekanan dari petinggi klub untuk tetap menurunkan Yamal sebagai starter.

Padahal, Flick sendiri berencana untuk memberikan hukuman kepada Yamal dengan menjadikannya cadangan, sebagai respons atas keterlambatannya dalam sesi latihan tim.

Kendati demikian, di tengah santernya spekulasi mengenai niat hengkang, Hansi Flick secara konsisten menegaskan komitmen penuhnya untuk Barcelona. Ia menyatakan kebahagiaannya berada di Catalunya dan ingin bertahan lebih lama.

Bahkan, sebelumnya Flick pernah mengungkapkan ambisinya untuk melatih Los Cules selama tiga hingga empat tahun ke depan. Terlepas dari segala rumor dan intrik yang terjadi, tugas penting Flick saat ini adalah membawa Blaugrana meraih kesuksesan di Liga Champions.

Barcelona sendiri sudah cukup lama menantikan trofi “Si Kuping Besar” tersebut, dengan kali terakhir merayakannya pada tahun 2015, atau hampir satu dekade yang lalu.