kalselbabusalam.com CIMAHI. PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) akan membagi dividen sebesar Rp 10 miliar setara dengan Rp 1,38 per saham. Keputusan ini telah mendapat restu dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Rabu, 22 April 2026 di Kota Cimahi, Jawa Barat.

Dividen tersebut dijadwalkan akan dibagikan pada 22 Mei 2026.

Pembagian dividen didasari atas kinerja positif BELL pada tahun buku 2025. BELL mencatatkan laba bersih sebesar Rp 12,57 miliar, naik 9% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, penjualan tercatat sebesar Rp 584,75 miliar.

Kripto Naik, Ini Sinyal dan Strategi yang Perlu Dicermati Investor

Karsongno Wongso Djaja, Direktur Utama BELL menyampaikan, perusahaan secara konsisten membagikan dividen setiap tahun sebagai wujud apresiasi kepada para pemegang saham, meskipun industri tekstil dalam negeri sempat menghadapi berbagai tantangan.

“Keputusan pembagian dividen ini merupakan wujud komitmen kami dalam memberikan apresiasi kepada pemegang saham di tengah tantangan industri tekstil nasional,” ungkap Karsongno, dalam Paparan Publik, Rabu (22/4/2026). 

Untuk menjaga momentum pertumbuhan kinerja jangka panjang, BELL terus mendorong kinerja di seluruh segmen usaha, mulai dari manufaktur, seragam, distribusi, hingga ritel. 

Langkah-langkah yang ditempuh meliputi efisiensi dan optimalisasi produksi, restrukturisasi serta modernisasi permesinan untuk menjaga kualitas produk. 

Selain itu, perusahaan terus mengembangkan produk yang unik dan inovatif sesuai preferensi pasar, serta memanfaatkan kapabilitas Trisula Innovation Center (TIC) dalam memperkuat kolaborasi dengan Trisula Group untuk mendorong sinergi bisnis.

Di sisi lain, keunggulan daya saing lainnya adalah produk BELL yang unggul dalam hal kualitas. BELL terbukti dipercaya oleh berbagai instansi pemerintah maupun swasta, perbankan, dan industri lainnya di tanah air dalam pengadaan kain maupun seragam.

“Keunggulan lain terletak pada fleksibilitas pesanan yang dapat disesuaikan sesuai kebutuhan pelanggan (custom). Keunggulan dan daya saing inilah yang menjadi motor pertumbuhan BELL untuk bisa meraih hasil positif,” tuturnya. 

Selain inovasi, BELL juga aktif melakukan ekspansi ritel melalui merek JOBB dan Jack Nicklaus di wilayah pasar yang potensial dan strategis. Per Desember 2025, jumlah gerai JOBB tercatat sebanyak 135 gerai, sementara Jack Nicklaus sebanyak 76 gerai. 

Empat Reformasi Diakui MSCI, BEI Coret Saham HSC dari Indeks Unggulan

Manajemen pun optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan kinerja pendapatan high single digit sesuai dengan target yang telah ditetapkan pada tahun ini.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.