PELATIH timnas Indonesia John Herdman mengatakan kemenangan 4-0 atas Saint Kitts and Nevis dalam laga pembuka FIFA Series 2026 sudah sesuai dengan target yang telah ditetapkan sebelum pertandingan. Keempat gol itu dicetak oleh Beckham Putra (dua gol), Ole Romeny, dan Mauro Zijlstra.

“Yah, kami menetapkan target sebelum pertandingan untuk mencetak empat gol dan menjaga clean sheet,” kata Herdman kepada wartawan, setelah pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat malam, 27 Maret 2026.

Selama pertandingan berlangsung Indonesia tampil mendominasi penguasaan bola hampir 85 persen. Melakukan serangan dan menjaga pertahanan belakang dengan ketat. Duel itu disaksikan secara langsung oleh lebih 26.703 penonton yang hadir di stadion.

Babak kedua menjadi momen penting dalam menata ulang game plane. Herdman merotasi sejumlah pemain. Salah satunya, ia menarik Ole Romeny ke luar lapangan dan memainkan Mauro Zijlstra. Bagi Herdman, rotasi pemain ini sangat penting, terutama memberikan kesempatan kepada para pemain muda.

“Kami ingin memberikan banyak kesempatan kepada para pemain yang berpartisipasi dalam latihan, dan saya pikir mereka menangani pertandingan dengan sangat profesional. Saya pikir itu yang terpenting,” ucap juru taktik asal Inggris, itu.

Herdman mengungkapkan, sebelumnya ia belum pernah melihat penampilan beberapa pemain yang masuk ke skuadnya dalam laga pembuka FIFA Series ini. Mereka baru bergabung dan mengikuti sekitar lima kali latihan persiapan menjelang laga. Latihan terakhir berlangsung di Stadion Madya Gelora Bung Karno pada Kamis, 26 Maret 2025. “Ini pertama kalinya kami bermain bersama,” tutur dia.

Meski begitu, Garuda tampil menekan. Saint Kitts dan Nevis tampak kesulitan mengancam gawang Marten Paes. Karena itu, tim lawan tak bisa mencetak satu pun gol ke gawang Indonesia. “Untuk menjaga clean sheet, itu tentang kedisiplinan, dan mencetak gol dari set piece itu penting, kami berusaha keras untuk itu,” kata Herdman.

Berikutnya, beberapa gol lainnya terjadi setelah transisi dari bertahan ke menyerang. Misalnya gol keempat Garuda terjadi pada menit ke-75. Terlepas dari perangkap offside, Mauro Zijlstra yang menerima umpan terobosan dari Joey Pelupessy bisa mencetak gol setelah sepakannya sulit dihalau oleh kiper Archibald Julani.

“Beberapa gol (terjadi) dalam transisi, yang secara internasional saya pikir itu salah satu area paling penting dalam permainan,” kata pelatih yang pernah membawa timnas Kanada lolos ke Piala Dunia 2022.

Ia mengaku girang melihat tim asuhannya tampil dan menyumbang empat gol tanpa balas dari tim asuhan Marcelo Serrano. Meski begitu, ia menekankan bahwa kemenangan malam ini baru permulaan dalam game plane yang ia mainkan bersama Garuda.

“Saya pikir perjalanan kita masih panjang. Kami akan menghadapi pertandingan sulit melawan Bulgaria,” kata Herdman, sesuai menundukkan The Sugar Boyz, julukan Saint Kitts dan Nevis, dengan hasil akhir tanpa balas. “Kami berhasil merotasi cukup banyak pemain, jadi menantikan final FIFA Series pada hari Senin.”

Pilihan Editor: FIFA Series: Ujian Perdana Herdman Bersama Timnas Indonesia

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.