
MEMASUKI H+8 Lebaran 2026, tiket kereta api dari PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Daerah Operasi 6 Yogyakarta masih tersedia sebanyak 14.350 tempat duduk ke berbagai kota tujuan hingga akhir masa angkutan Lebaran pada 1 April 2026. Sementara hingga Ahad, 29 Maret 2026 ini, volume penumpang masih tergolong tinggi meskipun puncak arus balik terjadi pada 24 Maret lalu.
“Masih tingginya volume penumpang hingga H+8 Lebaran ini dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah yang mendorong masyarakat untuk memecah arus balik, serta penerapan work from anywhere (WFA) yang masih berlangsung hingga 29 Maret 2026,” ujar Manager Humas KAI Daerah Operasi 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih kepada wartawan di Solo, Ahad, 29 Maret 2026.
Berdasarkan data sementara pada hari ini hingga pukul 12.00 WIB, Feni menyebutkan total penumpang kereta api jarak jauh di Daerah Operasi 6 Yogyakarta mencapai 66.741 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 32.689 penumpang tercatat berangkat, sementara 34.052 penumpang datang di berbagai stasiun wilayah Daerah Operasi 6. Angka ini diperkirakan masih berubah seiring penjualan tiket yang berlangsung hingga malam hari.
“Masyarakat yang belum mendapatkan tiket arus balik masih memiliki peluang untuk merencanakan perjalanan dengan memanfaatkan sisa kapasitas tersebut,” katanya.
Secara keseluruhan, ia menuturkan tingkat keterisian tiket selama periode angkutan Lebaran 11 Maret hingga 1 April 2026 telah mencapai 536.659 tiket, atau sekitar 99,5 persen dari total kapasitas yang disediakan. Meski demikian, sisa tiket yang masih tersedia dapat dimanfaatkan masyarakat, terutama dengan fleksibilitas memilih jadwal maupun rute alternatif.
Adapun stasiun dengan volume keberangkatan tertinggi pada hari ini dipimpin oleh Stasiun Yogyakarta dengan 10.306 penumpang, diikuti Stasiun Solobalapan (7.838 penumpang) dan Stasiun Lempuyangan (3.861 penumpang). Sementara untuk kedatangan, Stasiun Yogyakarta juga mencatat angka tertinggi dengan 12.036 penumpang.
“Kami mengimbau masyarakat untuk segera melakukan pemesanan tiket arus balik melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi, maupun mitra penjualan lainnya,” ungkap Feni.
Ia juga menyarankan penumpang agar memanfaatkan fitur kereta persambungan sebagai alternatif perjalanan jika tiket langsung sudah terbatas. Selain itu, penumpang diingatkan untuk memperhatikan jadwal keberangkatan dan mengatur waktu perjalanan menuju stasiun dengan baik agar tidak terburu-buru.
“Dengan perencanaan yang tepat, perjalanan arus balik di masa Lebaran diharapkan tetap aman dan nyaman,” ucap dia.
Pilihan Editor: Sampai Kapan Pemulihan Rel Kereta yang Kebanjiran











