
KALSELBABUSALAM.COM
KOTABARU – Kabupaten Kotabaru kini memiliki destinasi wisata olahraga baru. Bupati Kotabaru, H. Sayed Jafar, meresmikan Saijaan Landing Area Paralayang dan Gantole serta Sirkuit SJA Tbk di Pantai Gedambaan, Minggu (2/2/2025). Peresmian ini diharapkan menjadi pendorong bagi pertumbuhan pariwisata berbasis alam dan olahraga ekstrem di daerah tersebut.
Menurut Sayed Jafar, pengembangan fasilitas ini bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi juga strategi untuk meningkatkan daya tarik wisata dan memperkuat ekonomi lokal.
“Peresmian Saijaan Landing Area Paralayang dan Gantole, serta Sirkuit SJA Tbk di Pantai Gedambaan, merupakan langkah nyata dalam pengembangan sport tourism. Ini akan menarik wisatawan, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa keberadaan fasilitas ini berpotensi mengenalkan Kotabaru ke tingkat nasional dan internasional.
“Mamake SJA Hill bukan hanya menjadi destinasi wisata lokal, tetapi juga bisa memperkenalkan kekayaan alam Kotabaru ke dunia. Dengan adanya event internasional, kita berharap perekonomian daerah semakin berkembang,” tambahnya.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kotabaru memaparkan perjalanan panjang pengembangan Mamake SJA Hill. Sebelum menjadi destinasi wisata, kawasan ini masih berupa belukar dan hutan lindung yang dikelola oleh Gapoktan HKM Mutiara Sarang Tiung berdasarkan izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Pengembangan Mamake SJA Hill dimulai pada 2018, melibatkan berbagai pihak, termasuk Dinas PUPR, PT Arutmin, serta masyarakat Desa Sarang Tiung dan Tirawan. Infrastruktur yang dibangun secara bertahap meliputi viewing bridge, gazebo, mushola, kantin, hingga pemasangan pintu masuk elektronik. Pada 2024, kawasan ini semakin dipercantik dengan taman landscape dan lampu hias.
Mamake SJA Hill kini telah menjadi tuan rumah ajang olahraga ekstrem bertaraf internasional. Salah satunya International Paragliding Accuracy Championship (IPAC) Series 3 pada Juni 2024, yang diikuti atlet dalam dan luar negeri. Selain itu, 13 warga lokal Kotabaru telah mengantongi lisensi Paralayang Level 1.
Selain Mamake Hill, Sirkuit SJA Tbk di Pantai Gedambaan juga menjadi pusat perhatian. Sirkuit ini telah menggelar ajang balap tahunan Hayau Barait yang kini memasuki edisi ke-10. Para pembalap internasional bahkan mengakui desain lintasan yang dikembangkan langsung oleh Bupati Sayed jafar 
Tak hanya balap motor, sirkuit ini juga menjadi lokasi berbagai event olahraga ekstrem lainnya, seperti off-road 4×4 dan mountain bike.
“Kombinasi olahraga tantangan dengan panorama alam yang indah menjadikan Sirkuit SJA Tbk memiliki daya tarik yang tidak dimiliki daerah lain,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kotabaru.
Bupati Sayed Jafar mengajak masyarakat untuk menjaga fasilitas yang telah dibangun, agar dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
“Saya mengimbau masyarakat, khususnya warga Desa Sarang Tiung dan Tirawan, untuk bersama-sama menjaga dan memanfaatkan fasilitas ini dengan baik,” katanya.
Sebagai bentuk apresiasi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kotabaru, H. Muhammad Maulidiasyah, menyerahkan buku karyanya berjudul “Jejak Langkah H. Sayed Jafar dalam Meningkatkan Harkat dan Derajat Masyarakat Kotabaru” kepada Bupati.
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Kotabaru. Acara ini turut dihadiri Ketua DPRD Kotabaru, Forkopimda, Pj Sekretaris Daerah, Ketua TP-PKK Kotabaru, serta wisatawan dari Kalimantan Timur.
Dengan diresmikannya Mamake SJA Hill dan Sirkuit SJA Tbk, Kotabaru semakin menegaskan posisinya sebagai destinasi wisata olahraga berbasis alam yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.(Ainah)











