KalselBabusalam.com, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa yang kurang memuaskan pada perdagangan sesi pertama Selasa (7/4), dengan mencatat penurunan sebesar 0,29% atau 20,27 poin. Pergerakan ini membawa IHSG bertengger di level 6.969, yang sekaligus menandai titik terendah sejak awal tahun (year to date/ytd) dengan akumulasi penurunan mencapai 19,40%.

Kondisi pasar yang memerah ini secara signifikan menekan saham-saham emiten BUMN karya. Beberapa di antaranya bahkan harus menelan pil pahit dengan koreksi tajam. Saham PT PP Property Tbk (PPRO) anjlok paling dalam sebesar 7,69% ke level Rp 24. Tidak jauh berbeda, PT PP Presisi Tbk (PPRE) merosot 4,90% menjadi Rp 97, diikuti oleh PT Adhi Karya Tbk (ADHI) yang terkoreksi 4,26% ke posisi Rp 180. Tekanan juga dirasakan oleh PT PP Tbk (PTPP), yang harganya turun 1,60% menjadi Rp 246.

Merujuk data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang sesi pertama, volume transaksi mencapai 17,42 miliar saham dengan frekuensi sebanyak 1,12 juta kali. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp 12.232 triliun, sementara total nilai transaksi siang ini sebesar Rp 7,23 triliun. Dalam dinamika pasar tersebut, sebanyak 261 saham berhasil menguat, namun mayoritas, yaitu 371 saham, harus ditutup melemah, dan 174 saham lainnya terpantau tidak bergerak.

Performa sektor-sektor di BEI juga mencerminkan sentimen negatif yang melanda pasar, di mana delapan dari sebelas sektor terlihat berada di zona merah. Sektor industri menjadi salah satu yang paling terpukul, mengalami penurunan sektoral cukup dalam hingga 2,12%. Sejumlah emiten besar di sektor ini ikut tertekan, termasuk raksasa otomotif PT Astra International Tbk (ASII) yang turun 2,87% ke level Rp 5.925 dan PT United Tractors Tbk (UNTR) merosot 2,45% ke level Rp 29.800. Selain itu, saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) juga melemah 1,77% ke Rp 111, serta PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) yang terkoreksi 3,65% menjadi Rp 2.110.

Di tengah tekanan jual yang dominan, beberapa saham justru mencatatkan nilai transaksi terbesar. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi primadona dengan nilai perdagangan mencapai Rp 535,71 miliar. Menyusul di belakangnya adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan transaksi senilai Rp 456,10 miliar, dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (BULL) yang membukukan nilai transaksi Rp 450,92 miliar.

Tren penurunan ini tidak hanya terjadi di bursa domestik, melainkan juga sejalan dengan mayoritas indeks bursa saham Asia. Indeks Nikkei Jepang terpantau turun 0,17%, sementara Hang Seng Hong Kong merosot lebih dalam sebesar 0,70%. Hanya Indeks Shanghai Composite Tiongkok yang mampu menguat tipis 0,03%, menunjukkan divergensi performa di kawasan.

Daftar top gainers siang ini:

  • PT Bayan Resources Tbk (BYAN) naik 9,23% ke level Rp 10.950.
  • PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) naik 6,76% ke level Rp 1.185.
  • PT Indika Energy Tbk (INDY) naik 6,34% ke level Rp 3.690.

Daftar top losers siang ini:

  • PT PP Property Tbk (PPRO) turun 7,69% ke level Rp 24.
  • PT PP Presisi Tbk (PPRE) turun 4,90% ke level Rp 97.
  • PT Adhi Karya Tbk (ADHI) turun 4,26% ke level Rp 180.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.