
BANJARMASIN, KALSELBABUSALAM.COM — Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banjarmasin memperketat langkah pencegahan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui pendekatan humanis. Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Riza Muttaqin turun langsung menyapa warga melalui program “Masjid Keliling” saat melaksanakan Sholat Zuhur berjamaah di Masjid Noor, Banjarmasin, Senin (19/10/2026).
Aksi turun ke lapangan ini menjadi manifestasi nyata dari slogan baru institusi, “Polisi Bersama Masyarakat”. Kegiatan yang berlangsung di sela-sela pengajian Tuan Guru Busu Oumarundin pasca-Sholat Zuhur tersebut dimanfaatkan kepolisian untuk mempererat silaturahmi, mengikis jarak dengan warga, serta menangkal penyebaran disinformasi yang rawan memicu konflik sosial.
Dalam imbauannya di hadapan jamaah, Kombes Pol Riza Muttaqin memberikan penekanan khusus terkait ancaman bahaya kejahatan yang marak di wilayah Kota Banjarmasin, mulai dari aksi gengster, konsumsi minuman keras (miras), pencurian kendaraan motor (curanmor), penyalahgunaan narkoba, hingga potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Riza menegaskan ketertiban wilayah tidak bisa hanya bertumpu pada penegakan hukum atau tindakan represif aparat, melainkan membutuhkan partisipasi aktif serta kesadaran kolektif dari seluruh elemen masyarakat.
“Melalui kegiatan Masjid Keliling ini, kami ingin semakin mendekatkan diri dengan masyarakat, mendengarkan secara langsung aspirasi dan keluhan warga, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di Banjarmasin,” ujar Riza Muttaqin di hadapan para jamaah.
Untuk mempercepat respons penanganan di lapangan, Polresta Banjarmasin juga membuka akses aduan langsung kepada warga melalui saluran darurat resmi.
“Hubungi ke nomor pelayanan polisi 110 kalau ada informasi gangguan kamtibmas. Polresta siap melayani pengaduan masyarakat dengan layanan 110,” kata Riza.
Selain menyerap keluhan warga secara langsung, pimpinan Polresta Banjarmasin tersebut mengimbau warga agar menjaga kerukunan antarwarga dan tetap waspada terhadap isu-isu provokatif maupun informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Menurutnya, komunikasi dua arah yang intensif antara aparat dan warga menjadi kunci utama dalam deteksi dini ancaman keamanan.
“Keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, sinergi dan komunikasi yang baik antara Polri dan masyarakat sangat diperlukan untuk mencegah potensi gangguan kamtibmas sejak dini,” tutur Riza.
Melalui pendekatan preventif dan dialogis ini, Polresta Banjarmasin berharap hubungan emosional yang terbangun dapat menciptakan iklim kemasyarakatan yang aman, damai, dan harmonis di seluruh wilayah Banjarmasin dan sekitarnya.



