DAVOS, KOMPAS.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi membubuhkan tanda tangan pada Piagam Dewan Perdamaian (Board of Peace) Gaza dalam rangkaian World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss.

Penandatanganan tersebut berlangsung di Congress Hall, Kamis (22/1/2026) siang waktu setempat, dan disaksikan langsung oleh para pemimpin dunia.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump hadir sebagai inisiator sekaligus pemimpin Dewan Perdamaian Gaza.

Baca juga: Gegara Trump Undang Putin, Inggris Belum Bersedia Gabung Dewan Perdamaian

Indonesia resmi gabung Dewan Perdamaian Gaza

Dalam prosesi tersebut, Presiden Prabowo menandatangani piagam berdampingan dengan Presiden Trump dan Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban.

Berdasarkan siaran langsung kanal YouTube resmi Gedung Putih yang disaksikan dari Jakarta, Prabowo tampak mengenakan setelan jas dengan peci hitam dan menempati posisi di sisi kiri Trump.

Presiden Trump berada di tengah, diapit oleh Presiden Prabowo dan PM Orban, sementara para pemimpin negara lain menandatangani dokumen secara bersamaan.

Suasana penandatanganan sempat mencair ketika Trump melontarkan kelakar ringan kepada awak media, yang disambut senyum dan tawa singkat Prabowo serta Orbán.

Usai proses penandatanganan, Trump menyalami Presiden Prabowo dan menepuk punggungnya, memperlihatkan keakraban kedua kepala negara.

Trump kemudian menyaksikan Prabowo dan Orbán mengangkat dokumen piagam yang telah ditandatangani di hadapan publik.

Selain Indonesia dan Hongaria, piagam Dewan Perdamaian Gaza juga ditandatangani oleh sejumlah negara lain, yakni Bahrain, Maroko, Argentina, Armenia, Azerbaijan, Belgia, Bulgaria, Mesir, Yordania, Kazakhstan, Republik Kosovo, Mongolia, Pakistan, Paraguay, Qatar, Arab Saudi, Turkiye, Uni Emirat Arab, dan Uzbekistan.

Tujuan Indonesia dan arah Dewan Perdamaian

Keikutsertaan Indonesia bertujuan memastikan proses transisi di Gaza tetap mengarah pada solusi dua negara (two-state solution), bukan menjadi pengaturan permanen yang mengabaikan hak rakyat Palestina.

Indonesia juga akan memanfaatkan partisipasi tersebut untuk menyuarakan sikap prinsipil terkait penghentian kekerasan, perlindungan warga sipil, kelancaran bantuan kemanusiaan, serta pemulihan tata kelola sipil Palestina yang sah.

Dewan Perdamaian Gaza dibentuk sebagai tindak lanjut dari Rencana Komprehensif untuk Mengakhiri Konflik Gaza yang mendapat dukungan dalam Resolusi 2803 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Trump telah mengumumkan rencana pembentukan dewan ini sejak sepekan sebelumnya dan mengundang sejumlah negara untuk terlibat.

Trump menjelaskan Dewan Perdamaian Gaza dirancang sebagai “otoritas sementara” di wilayah Gaza, dengan mandat antara lain mengoordinasikan mobilisasi sumber daya internasional bagi rakyat Palestina.

Baca juga: Indonesia Resmi Bergabung, Apa Itu Dewan Perdamaian Gaza dan Siapa Saja Anggotanya?

Meski demikian, tidak seluruh negara menyambut pembentukan Dewan Perdamaian Gaza. Sejumlah negara, termasuk sebagian besar anggota Uni Eropa seperti Perancis serta China, memilih tidak bergabung.

Negara-negara tersebut menyatakan, lebih mempercayakan upaya pemulihan Gaza melalui mekanisme Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Prabowo: “Kesempatan bersejarah bagi Gaza”

Selepas acara, Presiden Trump menghampiri para pemimpin yang duduk di barisan depan dan menyalami mereka satu per satu, termasuk Presiden Prabowo. Keduanya sempat berbincang singkat sebelum masing-masing meninggalkan lokasi acara.

Kepada wartawan, Presiden Prabowo menyampaikan harapannya terhadap masa depan Gaza dengan terbentuknya Dewan Perdamaian tersebut.

“Saya kira ini kesempatan bersejarah. Ini kesempatan bersejarah. Ini benar-benar peluang untuk mencapai perdamaian di Gaza,” kata Prabowo.

Ia menambahkan, kondisi kemanusiaan di Gaza mulai menunjukkan perbaikan.

“Yang jelas, penderitaan rakyat di Gaza sudah berkurang, sangat berkurang. Bantuan-bantuan kemanusiaan begitu besar, begitu deras masuk. Saya sangat berharap, dan Indonesia siap ikut serta,” ujarnya.

Menurut Prabowo, negara-negara yang tergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza adalah mereka yang memiliki komitmen untuk membantu rakyat Palestina dan mendorong terciptanya perdamaian.

“Siapa yang ingin perdamaian di situ, siapa yang ingin bantu rakyat Gaza, rakyat Palestina, ada di dewan tersebut,” tutur Prabowo.

Baca juga: Usai Lakukan Genosida, Netanyahu Siap Bergabung Dewan Perdamaian Gaza

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.