EQUITY Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Hari Rachmansyah menilai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini akan dipengaruhi oleh rebalancing atau penyesuaian bobot saham Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Rebalancing MSCI Indonesia yang dijadwalkan pada 12 Mei 2026 kemungkinan tidak menghadirkan pendatang baru, namun tetap berpotensi memicu pergeseran bobot saham yang dapat mempengaruhi arah pergerakan pasar secara keseluruhan,” kata Hari dalam keterangan tertulis pada Senin, 11 Mei 2026. Menurutnya, agenda rebalancing berpotensi memicu rotasi portofolio yang dapat menciptakan volatilitas jangka pendek pada saham-saham berkapitalisasi besar.

Selain itu, Hari mengatakan pelaku pasar perlu mencermati kebijakan tarif royalti untuk komoditas tembaga, timah, nikel, emas, dan perak. Perubahan tarif diusulkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dalam sesi konsultasi publik yang digelar pada 8 Mei lalu.

Menurut Hari, tekanan terhadap sektor minerba tidak berhenti pada kenaikan royalti semata. “Wacana penerapan bea ekspor dan windfall tax yang tengah dikaji Kementerian Keuangan turut menambah lapisan ketidakpastian, khususnya bagi sub sektor nikel dan batu bara, sehingga volatilitas sektor minerba secara keseluruhan berpotensi bertahan dalam jangka pendek,” ucap Hari.

Pada pekan ini, perdagangan akan berlangsung pada 11-13 Mei 2026. Hari menilai pergerakan IHSG pada pekan ini berpotensi mixed dan cenderung terbatas. Ia menyarankan investor untuk tetap selektif dengan pendekatan trading-oriented.

Pilihan Editor: Pola Konsumsi yang Berubah Setelah Harga BBM Nonsubsidi Naik

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.