
COMMERCIAL Director Polytron Tekno Wibowo mengungkapkan bahwa dinamika geopolitik global, termasuk konflik antara Iran dan Amerika Serikat, ikut mempengaruhi biaya bahan baku dan energi yang berdampak pada industri elektronik.
“Penyesuaian harga memang menjadi langkah rasional dalam merespons dinamika harga bahan baku dan energi global,” kata Tekno kepada Tempo, Selasa, 21 April 2026. Meski demikian, komitmen utama perusahaan tidak berubah.
Polytron, kata dia, memastikan setiap penyesuaian harga tetap berbanding lurus dengan kualitas produk yang unggul dan nilai tambah yang diterima oleh konsumen.
Ia mengatakan sebagian komponen produk elektronik masih bergantung pada impor sehingga gangguan rantai pasok global berdampak pada akses serta biaya impor komponen dasar. Namun, menurut dia, kondisi tersebut masih dapat dikendalikan perusahaan.
Tekno berujar bahwa salah satu kunci menjaga stabilitas bisnis di tengah ketidakpastian geopolitik adalah diversifikasi mitra pemasok. Jaringan pemasok yang luas dinilai membantu perusahaan meredam dampak gangguan global.
Selain itu, strategi efisiensi menyeluruh di sepanjang lini operasional dan rantai pasok menjadi fokus utama. Perusahaan juga memaksimalkan ekosistem fasilitas manufaktur lokal yang terintegrasi untuk menekan biaya tambahan, sehingga harga produk tetap kompetitif di pasar.
Pilihan Editor: Industri Elektronik Terjepit Aturan Impor Baru. Mengapa?










