Media Vietnam Ragukan Timnas Indonesia Hadapi Kuwait dan Lebanon di FIFA Matchday September 2025

Kalselbabusalam.com

Timnas Indonesia akan menghadapi dua laga persahabatan berat di FIFA Matchday September 2025 melawan Kuwait dan Lebanon. Pertandingan melawan Kuwait, yang dijuluki The Blues, akan berlangsung pada 5 September, disusul laga melawan Lebanon (The Cedars) tiga hari kemudian, tepatnya 8 September. Kedua pertandingan akan dihelat di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Pelatih Timnas, Patrick Kluivert, telah mengumumkan 27 pemain yang akan dibawa untuk menghadapi tantangan ini.

Namun, absennya empat pemain inti menimbulkan kekhawatiran. Maarten Paes, Rafael Struick, Ivar Jenner, dan Ole Romeny absen dari skuad. Struick akan bergabung dengan Timnas U-23, sementara Paes, Jenner, dan Romeny mengalami cedera. Kondisi ini menjadi sorotan media Vietnam, Soha.

Soha menyoroti absennya empat pemain naturalisasi tersebut, terutama Ole Romeny sebagai penyerang utama yang sedang cedera. Media ini menilai absennya keempat pemain tersebut, yang disebabkan oleh cedera maupun pemanggilan untuk tim lain, akan sangat berpengaruh pada performa Tim Garuda. Kehilangan Paes dan Romeny, khususnya, akan sangat terasa di lini belakang dan depan.

“Indonesia akan memainkan dua persahabatan melawan Kuwait dan Lebanon,” tulis Soha. “Patut dicatat, Patrick Kluivert tidak dapat memanggil empat bintang naturalisasi utama seperti Rafael Struick, Maarten Paes, Ole Romeny, dan Ivar Jenner. Absennya keempat pemain tersebut tentu akan menjadi kerugian besar bagi tim Indonesia yang akan memengaruhi kualitas serangan dan pertahanan.”

Meskipun masih banyak pemain keturunan di skuad, Soha tetap memprediksi Timnas Indonesia akan menghadapi kesulitan. Kekuatan fisik Kuwait dan Lebanon, menurut Soha, akan menjadi tantangan besar bagi tim asuhan Patrick Kluivert. “Secara teori, Indonesia masih memiliki banyak pemain naturalisasi dalam daftar 27 nama yang dipanggil. Namun, dengan kekurangan personel yang serius, tim Seribu Pulau itu dipastikan akan kesulitan saat menghadapi dua tim kuat seperti Kuwait dan Lebanon,” tegas Soha. Kekhawatiran ini berpusat pada dampak signifikan absennya empat pilar utama tersebut terhadap kekuatan pertahanan dan serangan Timnas Indonesia.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.