BANJARBARU KALSELBABUSALAM.COM

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel menegaskan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang inklusif melalui pemenuhan sarana dan prasarana ramah disabilitas secara bertahap di seluruh satuan pendidikan.

Kepala Disdikbud Kalsel, Abdul Rahim, mengatakan pengadaan fasilitas penunjang bagi peserta didik penyandang disabilitas akan dilakukan berdasarkan kebutuhan riil masing-masing sekolah agar tepat sasaran dan dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Sarana dan prasarana disabilitas itu pemenuhannya secara bertahap dan sesuai kebutuhan sekolah. Jangan sampai ada peralatan itu hanya untuk keinginan, tetapi kita harus sesuai kebutuhan dan sesuai dengan kegunaannya. Itu yang harus kita lakukan,” ujarnya di Banjarbaru, Kamis (18/6/2026).

Menurut Abdul Rahim, penyediaan fasilitas pendidikan inklusif tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga mencakup berbagai aspek yang mendukung proses belajar mengajar bagi seluruh peserta didik.

Ia menjelaskan, aksesibilitas pendidikan harus menghadirkan lingkungan yang aman, nyaman, dan mudah dijangkau oleh siswa berkebutuhan khusus, baik dari sisi fasilitas maupun layanan pembelajaran.

“Tidak hanya mencakup akses fisik seperti toilet ramah disabilitas dan jalur mobilitas yang aman, tetapi juga akses terhadap media pembelajaran, teknologi pendukung, serta lingkungan belajar yang nyaman dan mudah diakses oleh semua peserta didik,” katanya.

Melalui langkah tersebut, Disdikbud Kalsel berupaya memastikan seluruh peserta didik memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan berkualitas tanpa hambatan.

Pemprov Kalsel juga berkomitmen mengintegrasikan prinsip aksesibilitas dan inklusivitas secara berkelanjutan dalam setiap program pembangunan serta pengembangan satuan pendidikan, sehingga tercipta sistem pendidikan yang lebih ramah, setara, dan mampu memenuhi kebutuhan seluruh peserta didik di Kalimantan Selatan(mckalsel/lnk).