KALSELBABUSALAM.COM
BARABAI-
Sabtu 14 desember 2024 Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) adalah daerah dengan identitas religius yang kuat. Namun, tantangan zaman terus menggerus nilai-nilai itu, menciptakan pekerjaan rumah besar bagi masyarakat, pemerintah, dan organisasi kemasyarakatan. Gerakan Pemuda Asli Kalimantan (Gepak) HST pun menyadari peran strategis mereka dalam menjaga harkat dan martabat Banua dari ancaman penyakit masyarakat, intrik politik, hingga penyalahgunaan anggaran.

Dalam kesempatan silaturahmi yang digelar baru-baru ini, Gepak HST menegaskan komitmen mereka untuk terus menjadi garda terdepan perubahan. Menyongsong 2025, Gepak mempersiapkan langkah-langkah konkret untuk mendorong HST menjadi kabupaten yang lebih baik. “Tahun depan, kita harus pasang mata lebih tajam, memperbaiki Banua dengan gerakan dan solusi nyata,” tegas seorang pengurus Gepak.

Menyadari pentingnya sinergi dengan pemerintah dan institusi, Gepak menempatkan diri sebagai jembatan antara masyarakat dan pemangku kepentingan. Dengan semangat edukasi dan inovasi, mereka berkomitmen untuk mengentaskan permasalahan sosial seperti penyalahgunaan narkoba, minuman keras, dan penyakit masyarakat lainnya yang kini menjadi momok di HST.

Data menunjukkan maraknya kasus penyalahgunaan narkoba di HST, dengan banyaknya generasi muda yang terjerat. Gepak memandang masalah ini sebagai ancaman serius bagi masa depan Banua. Untuk itu, mereka berencana mengintensifkan program edukasi tentang bahaya narkoba. Langkah strategis seperti menggelar pertemuan dengan tokoh masyarakat, pemerintah, dan aparat hukum menjadi agenda utama.

“Semua pihak harus menjadi ujung tombak pemberantasan narkoba,” ungkap seorang anggota Gepak. “Kami siap memfasilitasi diskusi, kampanye, dan langkah-langkah preventif agar HST terbebas dari narkoba.”

Selain persoalan sosial, Gepak juga menyoroti pentingnya transparansi dalam penggunaan anggaran pemerintah. Sebagai organisasi kemasyarakatan, Gepak HST berkomitmen untuk menjadi pengawas independen, memastikan APBD digunakan secara tepat sasaran.

“Kami akan kritis terhadap setiap penggunaan anggaran yang tidak sesuai, meski melihat dari kacamata ormas,” ujar pengurus Gepak lainnya. Dalam semangat ini, Gepak HST menegaskan pentingnya keberanian untuk melawan intrik-intrik jahat yang mungkin muncul dari oknum birokrasi atau kepentingan luar yang mengancam integritas Banua.

Gepak HST percaya, peran mereka adalah menjadi penyambung lidah rakyat yang kesulitan menghadapi birokrasi. Mereka juga akan memastikan bahwa kepentingan masyarakat menjadi prioritas, bukan keuntungan pribadi atau golongan. Dengan teguh memegang prinsip “Yugtali Aw Yaghlib, Isy Kariman Aw Mut Syahidan” (Hidup mulia atau mati syahid), Gepak ingin membuktikan bahwa mereka adalah pilar penting dalam pembangunan Banua.

Masyarakat HST yang religius, bebas narkoba, tanpa miras, dan jauh dari intrik politik adalah visi besar Gepak. Mereka siap menghadapi segala tantangan, menjadi motor perubahan yang melindungi harkat dan martabat Banua dari intervensi pihak luar. Menuju 2025, Gepak HST mengajak semua elemen masyarakat untuk bersatu demi masa depan yang lebih baik.(Ainah)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.