
KalselBabusalam.com – Presiden Prabowo Subianto menunjukkan sisi humanisnya dalam kunjungan empati ke RSUD Koja, Jakarta, pada Selasa (16/12) siang. Kunjungan ini bertujuan menjenguk para korban insiden tabrakan mobil pembawa Makanan Tambahan Gizi (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menimpa sejumlah guru dan anak sekolah. Kedatangan Prabowo disambut antusias oleh warga dan pasien yang menunggunya di lobi rumah sakit, menciptakan suasana hangat dan penuh kebersamaan.
Di tengah keramaian tersebut, sebuah momen tak terduga yang mengharukan terjadi. Seorang ibu hamil yang sedang berobat di RSUD Koja dengan berani menghampiri Prabowo. Dengan senyum sumringah, sang ibu mengajukan permintaan istimewa: agar perutnya dielus oleh orang nomor satu di Indonesia itu. Prabowo menyambut permintaan tulus tersebut dengan senyum ramah, lalu dengan lembut menyentuh perut sang ibu sebagai bentuk perhatian dan doa. “Anak ke berapa ini?” tanya Prabowo hangat. “Anak kedua, Pak,” sahut sang ibu dengan wajah berbinar. Sentuhan kedua dari Prabowo sontak membuat sang ibu kegirangan, bahkan sempat melompat-lompat kecil sambil merekam momen berharga itu menggunakan ponselnya. “Iya Pak, terima kasih Pak,” ucapnya penuh kebahagiaan.
Momen interaksi personal ini menjadi sorotan utama dalam rangkaian kunjungan empati Prabowo. Selain melayani permintaan istimewa ibu hamil tersebut, Prabowo juga aktif menyapa dan melayani warga lainnya yang berbaris rapi. Mereka berebut kesempatan untuk berjabat tangan langsung dan berswafoto dengannya, mencerminkan besarnya dukungan dan harapan masyarakat. Suasana yang akrab dan penuh kehangatan ini menunjukkan kedekatan Prabowo dengan rakyat.
Kunjungan Prabowo ke RSUD Koja ini secara khusus menegaskan bentuk empatinya terhadap para korban tabrakan, terutama anak-anak dan tenaga pendidik yang terdampak. Total sembilan pasien sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit tersebut. Kabar baiknya, enam di antaranya telah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka membaik. Sementara itu, tiga pasien lainnya masih dalam perawatan dan pemantauan ketat oleh tim medis, memastikan mereka mendapatkan penanganan terbaik untuk pemulihan optimal.









