KOTABARU — KALSELBABUSALAM.COM
Pemerintah Kabupaten Kotabaru memulai rangkaian seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2025 tingkat kabupaten. Seleksi ini berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis, 10 April 2025, bertempat di Gedung Paris Barantai Kotabaru. Pemerintah daerah menggandeng berbagai unsur untuk memastikan proses seleksi berjalan objektif dan transparan.

Dalam sambutan Bupati Kotabaru yang dibacakan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Minggu Basuki, ditegaskan bahwa Paskibraka bukan sekadar pasukan pengibar bendera. Lebih dari itu, mereka merupakan pelajar terpilih yang lolos dari serangkaian proses seleksi dan pendidikan yang ketat.

“Menjadi calon anggota Paskibraka bukan hal sederhana. Tidak semua orang memiliki peluang yang sama untuk mengemban tugas kehormatan ini. Karena itu, saya menyambut baik dan mengapresiasi pelaksanaan seleksi Paskibraka Kotabaru tahun ini,” kata Minggu Basuki di hadapan peserta dan tamu undangan.

Ia juga menitipkan pesan kepada para peserta seleksi agar mempersiapkan diri secara utuh—mental, fisik, dan kesehatan—sepanjang proses berlangsung. Mereka yang terpilih nantinya akan mengemban tugas simbolis nan sakral: mengibarkan dan menurunkan Sang Saka Merah Putih dalam Upacara HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, pada 17 Agustus 2025.

“Disiplin, nasionalisme, wawasan, dan keterampilan adalah bekal yang harus terus diasah. Paskibraka bukan sekadar barisan di depan, tetapi cerminan pemuda harapan bangsa,” ujarnya.

Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya objektivitas dalam proses seleksi. Tim seleksi diminta tidak main-main dalam memberi penilaian, sebab dari sinilah akan lahir para pemuda unggul yang membawa nama sekolah, daerah, bahkan bangsa.

“Penilaian harus seobjektif mungkin agar mereka yang terpilih benar-benar mewakili kualitas terbaik generasi muda Kotabaru,” tegasnya.

Seleksi Paskibraka tahun ini melibatkan 135 siswa-siswi dari berbagai SLTA sederajat se-Kabupaten Kotabaru. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kotabaru, Melinda Ratna Agustina, mengatakan jumlah peserta yang lolos verifikasi terdiri dari 67 laki-laki dan 68 perempuan. Seluruh peserta merupakan pelajar kelas X.

“Seleksi dilakukan secara bertahap, mulai dari tes parade, pemeriksaan kesehatan, uji kemampuan fisik, wawancara, hingga psikotes. Semuanya merujuk pada ketentuan dan standar nasional, termasuk penggunaan aplikasi Transparansi Paskibraka untuk verifikasi data,” jelas Melinda.

Persyaratan dasar seperti tinggi badan dan kondisi kesehatan menjadi komponen wajib yang tidak bisa ditawar. Hal ini dilakukan untuk memastikan kesiapan fisik calon paskibraka dalam menjalankan tugas pada upacara kenegaraan yang sarat makna simbolik.

Acara pembukaan seleksi turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), staf ahli Setda Kotabaru, sejumlah pimpinan SKPD, serta tim seleksi. Masing-masing pihak menyatakan komitmen untuk mengawal proses seleksi yang bersih dan berintegritas.(Ainah).

 

 

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.