ORGANISASI Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa atau FAO membuka akses pendanaan lingkungan hingga Rp 1,2 miliar bagi organisasi masyarakat sipil melalui Program Hibah Kecil Global Environment Facility (GEF).

Untuk melaksanakan program hibah di Indonesia, FAO menggandeng Yayasan Bina Usaha Lingkungan (YBUL). YBUL telah mengelola program dana hibah itu sejak 1997.

Kerja sama antara kedua organisasi tersebut terjadi melalui penandatanganan perjanjian kemitraan operasional pada Rabu, 13 Mei 2026, di kantor FAO Indonesia. “FAO dan YBUL telah bersiap untuk memperluas kemitraan ini untuk menjangkau lebih banyak komunitas di seluruh kepulauan Indonesia yang luas,” kata perwakilan FAO di Indonesia dan Timor-Leste, Rajendra Aryal, dalam keterangan tertulis, Rabu.

Organisasi masyarakat sipil dapat mengajukan proposal pada Juni tahun ini.

Selama periode 2026-2029, GEF SGP OP8 bertujuan mendukung lebih dari 14 ribu penerima manfaat yang terdiri dari 7.200 perempuan, 2.300 pemuda, dan 2.300 penyandang disabilitas.

Tim GEF SGP dan mitra akan memastikan 30 persen dari hibah akan diberikan kepada perempuan atau kelompok yang dipimpin perempuan. Sementara 10 persen untuk masyarakat muda atau kelompok yang dipimpin pemuda dan 5 persen untuk masyarakat adat.

Proyek yang didanai program ini diharapkan membantu memulihkan lebih dari 6.400 hektare lahan, meningkatkan praktik pengelolaan lebih dari 110 ribu hektare lanskap dan 8.000 hektar bentang laut.

Kemudian, juga mengurangi perkiraan emisi gas rumah kaca sebesar 640 ribu CO2e. Semua hasil tersebut dapat dilacak melalui portal online GEF SGP milik FAO.

Untuk memastikan proses seleksi dan implementasi penerima hibah adil, inklusif, dan transparan, FAO dan YBUL menunjuk 11 anggota Komite Pengarah Nasional GEF-SGP-OP8. Anggota komite mewakili masyarakat sipil, pemerintah Indonesia, dan sektor swasta untuk memastikan kepemilikan nasional yang kuat.

Program hibah akan berfokus di Kabupaten Buleleng, Lombok dan Labuan Bajo, Taman Nasional Komodo, serta dan Alor.

Kelima wilayah ini diidentifikasi melalui proses partisipatif dalam konsultasi dengan pemangku kepentingan program hibah kecil global environment facility di tingkat nasional dan lokal.

Pemilihan lima wilayah itu juga didasarkan nilai keanekaragaman hayati yang tinggi dan tantangan lingkungan yang mendesak.

Pilihan Editor: Bisakah Tunjangan Pangan untuk ASN Menyerap Stok Beras Bulog

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.