JAKARTAKALSELBABUSALAM.COM-

Pengusaha sekaligus Penasihat Ekonomi Presiden, Hasyim Djojohadikusumo, menghadiri pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa yang diinisiasi Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) di Hall Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta. Kehadirannya sekaligus menepis spekulasi kekhawatiran publik terkait gangguan stabilitas keamanan di Ibu Kota di tengah maraknya isu demonstrasi.

“Saya percaya SMSI, saya mengapresiasi kegiatan ini, karena itu saya datang,” ujar Hasyim saat menjadi pembicara utama (keynote speaker) dalam rangkaian Dialog Nasional usai prosesi pengukuhan.

Adik kandung Presiden Prabowo Subianto itu menegaskan, kehadirannya di tengah riuhnya simpang siur informasi menjadi bukti faktual bahwa situasi Ibu Kota berada dalam kondisi terkendali. “Ini bukan hanya konfirmasi, melainkan testimoni nyata bahwa di sini (Jakarta) aman dan kondusif. Selamat SMSI, ini kegiatan positif dan sangat bagus,” tuturnya.

Dalam pengarahannya, Hasyim mengingatkan pengelola media siber agar memegang teguh integritas jurnalistik. Ia mewanti-wanti insan pers untuk tidak menyebarkan narasi yang terlepas dari konteks sehingga merugikan kepentingan nasional.

“Jangan menjadi pers yang menyesatkan. Sampaikan informasi secara utuh berbasis data dan fakta,” kata putra begawan ekonomi Soemitro Djojohadikusumo tersebut.

Guna menyerap aspirasi kritis yang konstruktif, Hasyim mengungkapkan rencananya untuk menggelar dialog khusus bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari tiga perguruan tinggi negeri utama: Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Masukan dari kalangan akademisi ini nantinya akan direkomendasikan langsung kepada Presiden untuk bahan evaluasi kebijakan pemerintah.

Selain menyoroti peran pers dan akademisi, Hasyim merespons langsung aspirasi yang disampaikan Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus, mengenai kondisi Gedung Dewan Pers di Kebon Sirih yang dinilai sudah tidak representatif untuk mengakomodasi seluruh organisasi konstituen.

Hasyim berjanji mengawal usulan perbaikan fasilitas pusat pers nasional tersebut kepada Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid. “Sayang saya baru mendapat masukan ini sekarang. Padahal kemarin baru saja berdiskusi panjang lebar dengan Menkomdigi,” ujar Hasyim, yang disambut tepuk tangan sekitar seratus peserta yang hadir.

Sementara itu, Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus, menjelaskan bahwa Pokja Newsroom Jaga Desa dibentuk sebagai langkah strategis merawat wilayah pedesaan sebagai benteng pertahanan informasi NKRI.

“Saya setuju desa menjadi garda depan dan etalase negara, tidak menjadi entitas yang dinomorduakan,” kata Firdaus.

Sebagai tahap awal, proyek percontohan (pilot project) program ini menyasar lima provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bengkulu, dan Sumatera Selatan, sebelum nantinya dikonsolidasikan secara serentak di seluruh Indonesia.

Rangkaian acara pengukuhan ditutup dengan dialog nasional yang menghadirkan Anggota Dewan Penasihat SMSI Jawa Timur Prof. Dr. Achmad Riyad U.B., pakar ekonomi dan perbankan, serta dipandu oleh Guru Besar PTIK Prof. Dr. Albertus Wahyu Rudhanto.