DIREKTUR Utama PT KAI (Persero) Bobby Rasyidin menargetkan pembukaan kembali jalur kereta rel listrik KRL hingga Stasiun Cikarang pada hari ini.

“Kita akan mulai membuka Kembali layanan KRL kita Cikarang Line yang akan beroperasi dan berfrekuensi sama dengan sebelumnya,” kata Bobby, di Stasiun Bekasi, Rabu, 29 April 2026.

Bobby mengatakan kembali beroperasinya jalur Cikarang diputuskan setelah Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merestui penggunaan kembali Stasiun Bekasi Timur sebagai jalur perlintasan KRL. Bobby mengatakan, KNKT mengizinkan operasional Stasiun Bekasi asalkan dengan pembatasan kecepatan.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan saat ini Kementerian Perhubungan dan KAI sedang melakukan proses persiapan uji coba rel dan persinyalan.

Uji coba itu, kata Dudy, dilakukan untuk memastikan Stasiun Bekasi Timur sudah bisa kembali melayani penumpang. “Keselamatan itu yang paling penting yang ingin kami tekankan kepada PT KAI dalam mempersiapkan pembukaan kembali Stasiun Bekasi Timur,” kata Dudy.

Sebelumnya, kecelakaan maut melibatkan Kereta Api Argo Bromo Anggrek rute Gambir-Surabaya Pasar Turi dengan KRL line tujuan Cikarang di Stasiun Bekasi Timur terjadi pada Senin malam, 27 April 2026.

Kecelakaan bermula ketika kereta KRL sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur. Kereta itu berhenti akibat gangguan karena terjadi tabrakan antara KRL dan taksi listrik di arah berlawanan.

Dari arah belakang, Kereta Api Argo Bromo Anggrek melaju dan langsung menghantam badan KRL yang sedang berhenti di stasiun tersebut. Tabrakan itu membuat gerbong khusus perempuan di KRL ringsek.

Insiden itu merenggut nyawa 15 perempuan yang menjadi penumpang KRL. Sementara itu, sekitar 84 penumpang KRL lainnya luka-luka. Akibat insiden itu, KAI menutup sementara operasional Stasiun Bekasi Timur sehingga melumpuhkan perjalanan KRL rute Cikarang.

Pilihan Editor: Agar Tabrakan Kereta Tak Berulang

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.