Tanah Laut — KALSELBABUSALAM.COM-
Koperasi Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Hijrah menyalurkan dana bantuan sosial dan Corporate Social Responsibility (CSR) senilai Rp75 juta untuk membangun fasilitas sumur bor di Desa Alur, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Fasilitas ini mulai beroperasi penuh pada Kamis, 22 Oktober 2026, tepat pada peringatan Hari Santri Nasional, guna mengatasi kekeringan parah akibat kemarau panjang.
Pembangunan infrastruktur air bersih ini menjadi penyelamat bagi warga Desa Alur yang telah menghadapi krisis air selama lima bulan terakhir. Dilengkapi dengan mesin pompa dan empat tower penampungan berkapasitas 6.800 liter per dua jam, seluruh warga diperbolehkan mengambil air bersih secara gratis tanpa dipungut biaya.
Manager Koperasi Ponpes Nurul Hijrah, Harno, menjelaskan proyek pembangunan sumur bor ini dirancang sejak awal Oktober 2026 berdasarkan aspirasi langsung dari warga yang kesulitan mendapatkan sumber air layak.
“Alhamdulillah, Koperasi Pondok Pesantren Nurul Hijrah bisa merealisasikan usulan warga. Dimulai pembangunan awal Oktober 2026 dan saat ini, 22 Oktober 2026, bertepatan dengan Hari Santri Nasional, sumur bor sudah secara penuh beroperasi dan bisa membantu warga Desa Alur dalam pemenuhan air bersih,” ujar Harno.
Pengoperasian fasilitas ini dibiayai dari penggabungan kas sosial koperasi sebesar Rp30 juta serta dana CSR Koperasi Nurul Hijrah Jorong ke desa sebesar Rp45 juta.
Untuk memastikan pendistribusian air merata, pihak koperasi berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Alur dan PT CPKA. Sinergi ini menghadirkan layanan pengantaran air bersih secara berkala langsung ke rumah-rumah warga yang memiliki keterbatasan mobilitas atau tidak memiliki kendaraan.
Ketua Koperasi Ponpes Nurul Hijrah, Dr. H. Edy Setyo Utomo, menegaskan komitmen lembaganya dalam menghadirkan solusi konkret di tengah bencana kekeringan dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas.
“Saat ini kita semua dihadapkan pada masalah kemarau ekstrem. Alhamdulillah koperasi kami bisa berpartisipasi membantu membuat sumur bor beserta tower penampungan dan mesinnya. Jadi warga bisa mengambil air secara gratis. Bagi warga yang karena keterbatasan misal tidak ada kendaraan, koperasi bekerjasama dengan PT CPKA dan pemerintah desa yang mempunyai data warga akan membantu mengantar, direncanakan 2 hingga 3 kali seminggu,” kata Edy.
Inisiatif tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat lokal. Kepala Desa Alur, M. Fauzi, mencatat lebih dari 70 persen warganya langsung menyiapkan wadah penampungan air di depan rumah masing-masing.
“Warga Desa Alur sangat senang dan antusias dengan adanya pembagian air bersih ini. Kami sangat berterima kasih kepada Koperasi Pondok Pesantren Nurul Hijrah Jorong yang sudah sangat banyak membantu pembangunan desa melalui program CSR-nya,” tutur Fauzi.
Slamet Arifin, salah satu warga Desa Alur, mengungkapkan rasa leganya setelah lima bulan mengandalkan sumur gali yang mengering. Selama masa kekeringan, warga terpaksa membeli air bersih atau menempuh jarak jauh untuk mencari sumber air.
“Alhamdulillah, kami biasanya mengandalkan sumur, tapi sudah 5 bulan kering. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan air kadang harus beli, atau kalaupun mencari air harus ke tempat jauh. Kami berharap program ini bisa berjalan terus,” ungkap Slamet.
Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Hijrah, K.H. M. Mukti Yunus, turut bersyukur keberadaan pesantren dan koperasinya memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Ini momen yang istimewa. Pondok Pesantren Nurul Hijrah melalui koperasi bisa mempersembahkan sumur bor bertepatan dengan Hari Santri. Semoga Allah ridhoi dan bermanfaat,” ujar Kiai Mukti dari kediamannya.
Aksi sosial ini menegaskan peran ganda Koperasi Ponpes Nurul Hijrah. Selain menggerakkan roda ekonomi umat—melalui unit usaha sembako, simpan pinjam, dan kemitraan perkebunan—koperasi ini juga aktif pada penanganan isu sosial-keagamaan serta infrastruktur dasar. Sebelumnya, koperasi ini secara konsisten menyalurkan bantuan fasilitas ibadah, seperti pengadaan sound system langgar dan pembangunan tempat peribadatan di wilayah Kabupaten Tanah Laut.



