
MENTERI Perdagangan Budi Santoso menilai konflik antara Amerika-Israel dengan Iran tidak mengganggu perdagangan dalam negeri. “Kalau kita ngomongin dampak perang sebenarnya enggak mengganggu kita di dalam negeri,” kata dia di kompleks Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis, 5 Maret 2026.
Ia juga menyinggung harga bahan pangan yang menurutnya masih terpantau stabil khususnya di wilayah terdampak banjir Sumatera. Selain aspek harga, Budi mengatakan tidak ada gangguan pasokan bahan pangan di dalam negeri untuk saat ini.
Dari segi daya beli, Budi mengatakan permintaan masyarakat semakin meningkat. Menurutnya, kenaikan daya beli masyarakat menandakan kondisi positif di tengah dinamika geopolitik dunia.
Budi mengatakan konsumsi rumah tangga merupakan penyumbang pengeluaran terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB). “Harus terus kita jaga momentum itu sehingga tidak banyak terganggu nanti dari perang ini,” kata dia.
Meskipun perdagangan dalam negeri tidak terganggu, Budi mengatakan gejolak geopolitik akan berpengaruh terhadap perubahan peta perdagangan ekspor.
Ia mengatakan, dinamika politik juga mengganggu rantai pasok global sehingga menghambat ekspor dan impor. Namun, ia menyatakan ada celah yang dapat dimanfaatkan pengusaha sebagai imbas gangguan rantai pasok distribusi.
Caranya adalah mendorong pengusaha melakukan diversifikasi pasar terhadap negara yang mengalami kekosongan pasokan akibat gangguan rantai pasok global. Misalnya di Afrika atau kawasan Asia Tenggara. “Tapi kita juga harus jeli, kita survei benar, apakah daerah itu memang banyak terganggu,” kata dia.
Adapun eksportir yang ditargetkan melakukan diversifikasi pasar adalah pengusaha Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Sebab menurutnya mayoritas pengusaha UMKM masih baru dalam melakukan ekspor. Sehingga UMKM akan lebih mudah melakukan diversifikasi pasar untuk jangka pendek.
Budi mengatakan dirinya berencana untuk bertemu dengan perwakilan eksportir Indonesia, salah satunya adalah Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia. Ia menjelaskan pertemuan itu bertujuan untuk mendiskusikan masalah yang dialami eksportir, termasuk potensi diversifikasi pasar. Terlebih, terdapat pengusaha ekspor yang juga melakukan importasi bahan baku untuk proses produksi.
Ia menyatakan Kementerian Perdagangan belum menghitung potensi penurunan kinerja ekspor Indonesia akibat konflik Iran. Sebab dirinya mengaku belum mendapat penjelasan dari pengusaha. Namun ia mengatakan telah melakukan pengkajian potensi penurunan ekspor dengan Badan Kebijakan Perdagangan Kementerian Perdagangan. “Mudah-mudahan harapan kita kan selesai, perang cepat selesai,” katanya.
Pilihan Editor: Beban Bunga Kredit Jika Cicilan Rumah Diperpanjang 30 Tahun











