
KOMISARIS PT Pertamina (Persero) Hasan Nasbi mengatakan pemerintah hingga saat ini belum mengambil kebijakan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri. Kebijakan itu diambil meskipun harga minyak dunia melonjak di tengah konflik Timur Tengah.
“Ya, kalau di pasar dunia ini ada kenaikan harga, tapi di dalam negeri kan pemerintah sampai sejauh ini tidak ada kebijakan untuk menaikkan harga,” ujar Hasan saat ditemui wartawan seusai menemui Presiden RI Periode 2014-2024, Joko Widodo di kediaman Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Rabu, 25 Maret 2026.
Hasan memastikan sebagai operator, Pertamina akan mengikuti arahan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan energi nasional. Selain soal harga, ia menyinggung kondisi pasokan BBM yang tetap aman.
“Kalau dari pemerintah antisipasi sudah. Sejak awal konflik meletus, dampaknya sudah diperkirakan,” kata Hasan.
Menurut Hasan, pemerintah telah melakukan antisipasi sejak awal konflik dengan memprediksi dampak yang mungkin terjadi terhadap pasokan energi. Untuk menjaga ketahanan pasokan, ia mengatakan Pertamina melakukan diversifikasi sumber impor minyak mentah agar tidak bergantung pada jalur tertentu seperti Selat Hormuz.
“Dari sisi pasokan, kita mencari sumber lain. Ada dari Afrika, Amerika, dan wilayah lainnya,” ucapnya.
Lebih jauh, Hasan menjelaskan cadangan BBM nasional saat ini berada di kisaran 20 hari dan terus diperbarui secara berkala, sehingga ketersediaan energi tetap terjaga. “Kalau hari ini ditanya stoknya 20 hari, besok ditanya lagi juga 20 hari, karena terus diperbarui,” katanya.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak panik menghadapi situasi global saat ini. Pemerintah disebut terus menyiapkan berbagai langkah, termasuk kemungkinan penyesuaian konsumsi agar lebih efisien. “Tidak usah panik. Sampai hari ini kondisi masih terkendali.”
Sementara itu, Hasan juga mengungkapkan pertemuannya dengan Jokowi di Solo hari ini berlangsung dalam suasana silaturahmi di momentum Lebaran. Ia mengaku tidak membahas hal khusus dalam pertemuan itu. “Momen Lebaran, kebetulan saya di Solo dan baru dapat jadwal bertemu. Tidak ada pembicaraan khusus,” katanya.
Hasan juga sempat menyoroti tingginya antusiasme masyarakat yang datang untuk bertemu Jokowi. “Banyak sekali yang mengantre untuk silaturahmi. Saya juga bersyukur mendapat kesempatan bertemu beliau,” kata dia.
Pilihan Editor: Katanya Stok BBM Aman, Mengapa di Daerah Langka?











