Kata Mikel Arteta usai Arsenal gagal juara Carabao Cup

MANAJER Arsenal, Mikel Arteta, mengakui kekalahan dari Manchester City di final Carabao Cup sebagai hasil yang menyakitkan. Namun, ia bertekad menjadikannya sebagai motivasi untuk meraih hasil lebih besar pada sisa musim ini.

Arsenal kalah 0-2 dari City di Wembley setelah Nico O’Reilly mencetak dua gol. Kekalahan itu membuat Arsenal gagal meraih trofi Carabao Cup untuk pertama kalinya sejak 1993.

Meski demikian, Arteta menegaskan timnya masih berada dalam jalur persaingan di berbagai kompetisi, termasuk Liga Inggris, Liga Champions, dan Piala FA. “Ini sulit karena semua pemain sangat menginginkannya hari ini, dan saya tahu para pendukung juga menginginkannya. Fakta bahwa kami tidak mampu memberikannya sangat menyakitkan,” kata Arteta, seperti dikutip dari laman resmi Arsenal.

Ia menilai perjalanan tim dalam delapan bulan terakhir tetap luar biasa, meski harus diakhiri dengan kekecewaan di final. “Kami menjalani delapan bulan yang luar biasa bersama. Sekarang ada jeda internasional, dan kami akan masuk ke periode itu dengan perasaan yang berat.”

“Kami akan menggunakan rasa sakit ini sebagai bahan bakar untuk dua bulan ke depan. Kami akan terus melangkah. Ini menyakitkan karena tidak bisa memberikan apa yang diharapkan para pendukung, tetapi kami akan pulih dan kembali berjuang,” kata Arteta.

Dalam pertandingan tersebut, Arsenal sebenarnya tampil menjanjikan di babak pertama. Kai Havertz dan Bukayo Saka sempat menciptakan peluang, namun gagal menaklukkan kiper James Trafford. City kemudian memecah kebuntuan di babak kedua melalui sundulan O’Reilly dari jarak dekat. Empat menit berselang, pemain yang sama kembali mencetak gol untuk memastikan kemenangan.

Arteta menilai timnya gagal memanfaatkan momentum. “Kami semua sangat kecewa, terutama melihat jalannya pertandingan. Di babak pertama kami tim yang lebih baik dan memiliki peluang terbaik untuk mencetak gol serta membangun momentum,” ujarnya.

Namun, ia mengakui timnya kesulitan di babak kedua, sementara City tampil lebih efektif. “Tanpa banyak peluang, mereka bisa mencetak gol. Gol pertama sangat tidak biasa, lalu dari peluang kedua mereka kembali mencetak gol. Setelah itu, pertandingan menjadi sangat sulit,” kata Arteta.

Ia menambahkan bahwa dalam laga final, efektivitas menjadi kunci utama. “Anda bisa memiliki momentum, tetapi jika tidak dimanfaatkan, momentum itu bisa berbalik. Mereka memaksimalkan momen tersebut, dan itulah yang harus dilakukan jika ingin memenangkan trofi,” ujar Arteta.

Pilihan Editor: Arsenal: Calon Juara Liga Inggris yang Dianggap Membosankan

Pilihan Editor: Plus-Minus Aturan Baru Sepak Bola di Piala Dunia 2026