kalselbabusalam.com – Sebuah gol spektakuler yang diukir oleh bek andalan Persija Jakarta, Rizky Ridho, saat menghadapi Arema FC pada 10 Maret 2025, telah mengukir sejarah baru bagi sepak bola Indonesia. Gol sensasional tersebut secara resmi masuk dalam daftar nominasi FIFA Puskas Award tahun ini, penghargaan bergengsi untuk gol terindah di dunia.

Rizky Ridho kini bersanding dengan nama-nama besar pesepak bola dunia seperti Declan Rice dan Lamine Yamal dalam perebutan trofi idaman tersebut. Pencapaian ini menempatkan Ridho sebagai pesepak bola Indonesia pertama dalam sejarah yang berhasil menembus nominasi FIFA Puskas Award, sebuah kebanggaan yang luar biasa bagi Tanah Air.

Gol yang dicetak Ridho memang patut diperhitungkan sebagai salah satu yang terbaik sepanjang tahun ini. Tendangan jarak jauhnya dari tengah lapangan sukses menaklukkan kiper Arema, Lucas Frigeri, yang tak berdaya menghalau laju bola.

Momen magis itu bermula ketika lini pertahanan Persija berada di bawah tekanan hebat dari gempuran pemain Arema. Dengan sigap, Ridho berhasil merebut bola dan langsung meluncurkan umpan cepat kepada rekannya, Ryo Matsumura. Tak berhenti di situ, Ridho menunjukkan kecepatan dan insting menyerangnya dengan melakukan sprint dan overlap untuk membuka ruang, menciptakan serangan balik cepat ke jantung pertahanan Arema.

Melihat pergerakan cerdas Ridho, Ryo Matsumura tak ragu melepaskan umpan terobosan yang akurat, disambut sempurna oleh Ridho. Tanpa membuang waktu sedetik pun, dan dengan pandangan jeli melihat posisi kiper Arema yang keluar dari sarangnya, Ridho melepaskan tendangan geledek dari tengah lapangan. Akurasi tendangannya sungguh memukau, mengirim bola melambung indah dan meluncur mulus ke dalam gawang. Lucas Frigeri hanya bisa terpaku memandangi bola yang menjebol jaring gawangnya.

Meskipun Persija harus menelan kekalahan 3-1 dari Arema dalam laga tersebut, gol Rizky Ridho segera menjadi perbincangan hangat di kalangan pencinta sepak bola dan sempat diganjar penghargaan sebagai gol terbaik di Liga 1 musim 2024/2025. Dilansir dari Antara, bek berusia 23 tahun itu mengungkapkan rasa tidak menyangkanya atas nominasi Puskas Award tersebut. Ridho menegaskan bahwa golnya bukan sekadar aksi individu, melainkan cerminan kekompakan tim dan keberanian dalam mengambil keputusan di momen krusial.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan setim, tim pelatih, ofisial, dan seluruh Jakmania yang selalu mendukung. Gol itu lahir karena kerja sama tim, bukan semata-mata aksi individu,” ujar Ridho di Jakarta, Jumat (14/11/2025), dengan nada rendah hati.

Gol Widodo C Putro: Inspirasi Sepanjang Masa

Jauh sebelum era Puskas Award yang pertama kali digelar pada tahun 2009, sepak bola Indonesia telah memiliki ikon gol indah yang diakui dunia. Legenda sepak bola Indonesia, Widodo C Putro, juga pernah mencetak gol luar biasa yang tak kalah spektakuler.

Gol akrobatik Widodo dinobatkan sebagai yang terbaik dalam ajang Piala Asia 1996, sebuah pengakuan yang membanggakan bagi Indonesia kala itu. Diberitakan Harian Kompas edisi 5 April 1997, Ketua Umum PSSI saat itu, Azwar Anas, menjelaskan bahwa Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) memilih gol Widodo sebagai yang terbaik setelah melalui perbandingan ketat dengan sepuluh gol indah lainnya dari turnamen tersebut.

Widodo mencetak gol melalui tendangan salto yang memukau saat Indonesia menghadapi Kuwait, yang berakhir dengan skor imbang 2-2. Gol akrobatik itu tercipta setelah ia menerima umpan lambung presisi dari Ronny Wabia yang menusuk dari sisi kiri gawang lawan. Bola hasil tendangan Widodo melesat keras ke sudut kiri gawang Kuwait, sama sekali tak mampu diantisipasi oleh kiper. Gol akrobatik Widodo ini pun terus dikenang oleh publik sepak bola Indonesia hingga detik ini, menjadi simbol keindahan dan keahlian.

Warisan gol Widodo semakin dikukuhkan ketika AFC menyelenggarakan voting gol terbaik Piala Asia sepanjang masa pada tahun 2020. Dalam kompetisi yang melibatkan sejumlah gol legendaris, aksi akrobatik Widodo berhasil dinobatkan sebagai pemenang. Gol indahnya sukses mengungguli gol melengkung Yousef Al Rawashdeh (Yordania) di Piala Asia 2015, tendangan Le Cong Vinh (Vietnam) pada Piala Asia 2007, serta gol Abbas Chahrour (Lebanon) pada Piala Asia 2000, membuktikan keabadian magis gol Widodo C Putro.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.