Foto Istimewa

KALSELBABUSALAM.COM
Paringin – Guru madrasah di Kabupaten Balangan akhirnya berani bersuara! Dalam rapat dengar pendapat yang digelar Komisi I DPRD Balangan, aspirasi para guru, baik dari madrasah negeri maupun swasta, menjadi sorotan utama. Dengan APBD Kabupaten Balangan yang mencapai Rp4,3 triliun, tuntutan mereka untuk mendapatkan perhatian lebih atas kesejahteraan semakin mengemuka.

Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Balangan, Saiful Hadi, menyebut peran strategis guru madrasah dalam mencerdaskan generasi bangsa tak bisa diremehkan. Namun, menurutnya, ada kesenjangan yang harus segera diatasi, terutama soal tunjangan dan dukungan dari daerah.

“Guru-guru madrasah adalah pilar pendidikan agama yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membangun karakter generasi bangsa. Sudah waktunya mereka mendapat perhatian yang setara,” tegas Saiful dalam forum tersebut, Rabu (4/12/2024).

Meskipun Balangan memiliki potensi besar dengan anggaran daerah yang signifikan, para guru madrasah merasa masih ada ketimpangan dalam perhatian terhadap sektor pendidikan agama ini. Mereka berharap adanya alokasi khusus untuk tunjangan bagi guru honorer, PNS, PPPK, dan pengawas madrasah.

“Rapat ini adalah langkah awal perjuangan kami untuk memastikan kesejahteraan guru madrasah diperjuangkan. Pendidikan madrasah tidak bisa dipandang sebelah mata,” tambah Saiful.

Hal ini juga didukung oleh H. Supiani dari PGM Indonesia yang menyoroti pentingnya alokasi dana untuk madrasah swasta, terutama tingkat Aliyah, agar dapat menikmati manfaat pembangunan daerah.

“Kami yakin kontribusi guru madrasah terhadap pembangunan daerah sangat besar. Dengan APBD yang melimpah, dukungan nyata seharusnya tidak sulit direalisasikan,” ujarnya penuh harap.

Rapat yang dihadiri berbagai elemen pendidikan, seperti PGRI, PGM Indonesia, KKMI, KKMTs, KKMA, dan IGRA, bersama sejumlah pejabat daerah ini diharapkan mampu menciptakan sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan Kementerian Agama.

“Semoga ini menjadi awal kebijakan yang lebih adil bagi pendidikan madrasah. Madrasah adalah bagian integral dari sistem pendidikan kita, dan mereka layak mendapatkan tempat setara dalam pembangunan daerah,” kata Saiful menutup rapat.

Akankah dukungan pemerintah daerah terhadap guru madrasah di Balangan akhirnya terealisasi? Atau harapan ini hanya akan menjadi janji tanpa realisasi? Waktu akan menjadi saksi perjuangan para pendidik ini.(Ainah)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.