
DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Solo kembali menyoroti kinerja Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Solo yang belum mampu mencapai target dalam beberapa tahun terakhir. Kritik tersebut mengemuka dalam rapat paripurna DPRD Kota Solo dengan agenda penyampaian Nota Penjelasan Wali Kota terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 pada Selasa, 31 Maret 2026.
Ketua DPRD Kota Solo Budi Prasetyo mengatakan sebagian besar fraksi di DPRD memberikan catatan kritis terhadap capaian PAD dan serapan anggaran yang belum maksimal. Menurut dia, kondisi ini perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah kota agar tidak terus berulang.
“Mayoritas fraksi menyoroti capaian PAD yang masih di bawah target. Ini menjadi catatan penting karena terjadi dalam beberapa tahun terakhir,” kata Budi saat ditemui wartawan seusai rapat paripurna.
Ia menjelaskan, DPRD akan membentuk panitia khusus (Pansus) untuk membahas lebih rinci LKPJ tersebut. Pansus nantinya akan bekerja bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait guna mengidentifikasi kendala serta merumuskan langkah strategis untuk meningkatkan pendapatan daerah.
“Pansus akan mendalami berbagai aspek, termasuk potensi yang belum tergarap secara optimal. Hasilnya berupa rekomendasi yang harus ditindaklanjuti oleh pemerintah kota,” ujarnya.
DPRD berharap melalui pembahasan LKPJ dan kerja pansus, kinerja keuangan daerah ke depan dapat lebih efektif dan mampu memenuhi target yang telah ditetapkan. Selain itu, sinergi antara legislatif dan eksekutif dinilai menjadi kunci dalam mendorong peningkatan PAD secara berkelanjutan.
Berdasarkan data dalam LKPJ 2025, realisasi Pendapatan Asli Daerah Kota Solo mencapai Rp 2,22 triliun dari target Rp 2,23 triliun atau sekitar 94,40 persen. Sementara itu, realisasi belanja daerah tercatat Rp 2,12 triliun dari rencana Rp 2,34 triliun atau sekitar 90,34 persen.
Di sisi lain, pembiayaan daerah menunjukkan capaian hampir sempurna. Dari target penerimaan pembiayaan sebesar Rp 109 miliar, realisasinya mencapai 99,95 persen.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Solo, Respati Ardi, menyatakan pemerintah kota akan melakukan berbagai upaya optimalisasi untuk meningkatkan PAD. Salah satu langkah yang akan ditempuh adalah memperkuat kinerja Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) serta menggali sumber-sumber pendapatan baru yang potensial.
“Kami akan mengoptimalkan kinerja OPD, khususnya Bapenda, agar capaian PAD bisa lebih maksimal. Namun, upaya ini tetap harus sejalan dengan upaya menjaga stabilitas inflasi dan pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Respati.
Ia menambahkan, pemerintah kota juga akan meningkatkan pengawasan terhadap sektor-sektor penyumbang PAD, termasuk pajak dan retribusi daerah, guna memastikan potensi pendapatan dapat terealisasi secara optimal.
Pilihan Editor: Jika Bunga Surat Utang Negara Makin Naik











