
Kotabaru, Kalselbabussalam.com – Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kotabaru mulai mematangkan program pelatihan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk tahun 2026. Kepala Dinas Disnakertrans, Saperiani, melalui Kepala Bidang Pelatihan, Perluasan dan Kesempatan Kerja, Asrul Sani, memaparkan rencana pelaksanaan sejumlah kejuruan yang akan dibuka bagi masyarakat.
Menurut Asrul Sani, pelatihan tahun 2026 mencakup lima program utama, yakni Ilmu Komputer, Teknik Las, Teknik Listrik, Penjahit Garmen, serta Pembuatan Roti. Selain itu, pihaknya juga menyiapkan pelatihan alat berat sebagai program tambahan yang mencakup penggunaan excavator, dozer, dan dump truck.
“Setiap kejuruan akan menampung 16 peserta. Jumlah ini kami sesuaikan dengan kapasitas sarana pelatihan dan kemampuan anggaran daerah,” jelasnya pada Kamis (4/12/2025). Ia menambahkan bahwa program opsional seperti pelatihan alat berat berpotensi mengalami penyesuaian apabila terjadi pemangkasan anggaran.
Asrul menjelaskan bahwa pelaksanaan pelatihan BLK didanai melalui dua sumber, yakni APBN dan APBD. Dalam satu tahun, kejuruan yang sama dapat diselenggarakan lebih dari satu kali, tergantung ketersediaan anggaran. “Biasanya pelatihan yang bersumber dari APBN berjalan lebih dulu, kemudian disusul oleh pelatihan dari APBD. Proses seleksi peserta dilakukan setelah penyusunan anggaran APBN selesai,” terangnya.
Pelaksanaan pelatihan tahun 2026 diperkirakan sedikit bergeser akibat sejumlah agenda daerah dan bertepatan dengan bulan Ramadhan. Meski demikian, Disnakertrans menargetkan seluruh pelatihan tetap rampung hingga akhir Desember.
Khusus pelatihan alat berat, Asrul menyampaikan bahwa program ini berlangsung selama 33 hari, terdiri dari 3 hari peningkatan keterampilan (top skill) serta 30 hari praktik lapangan. Porsi praktik dibuat lebih dominan karena kejuruan ini membutuhkan ketahanan fisik, keterampilan teknis, dan pengalaman langsung di lapangan.
Ia juga menegaskan bahwa prospek kerja bagi lulusan pelatihan BLK sangat terbuka. “Saat ini banyak perusahaan yang memerlukan tenaga kerja bersertifikat. Peserta kami dibekali sertifikat SLO sebagai salah satu syarat bekerja di industri. Karena itu, tingkat serapan lulusan cukup tinggi,” ungkapnya.
Dengan rangkaian program tersebut, Disnakertrans Kotabaru optimis pelatihan BLK 2026 akan meningkatkan keterampilan masyarakat serta memperluas peluang kerja, sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam pemberdayaan tenaga kerja lokal.










