KalselBabusalam.com – Dinamika kursi kepelatihan Tim Nasional Indonesia kembali menyedot perhatian publik setelah PSSI secara resmi mengumumkan berakhirnya kerja sama dengan Patrick Kluivert. Keputusan ini, yang diumumkan melalui akun Instagram resmi PSSI pada Kamis, 16 Oktober 2025, menandai babak baru bagi skuad Garuda dalam pencarian arsitek tim. Pemutusan kerja sama yang berlangsung intensif selama hampir 12 bulan ini didasarkan pada kesepakatan bersama kedua belah pihak, dengan PSSI menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan kontribusi Kluivert.
Kini, sorotan beralih pada sosok pengganti yang akan memimpin Timnas Indonesia. Dengan kekosongan di pucuk kepemimpinan, PSSI dihadapkan pada daftar panjang 16 pelatih kaliber top dunia yang berpotensi menjadi suksesor Kluivert. Dari deretan nama besar tersebut, satu pelatih disebut-sebut sebagai kandidat favorit, sementara satu lainnya memiliki pengalaman melatih Timnas Arab Saudi. Siapakah mereka?
Berikut adalah ulasan mendalam mengenai beberapa opsi pelatih terkemuka yang layak dipertimbangkan Timnas Indonesia:
Gareth Southgate (Inggris)
Mantan pelatih Timnas Inggris, Gareth Southgate, menjadi kandidat kuat yang patut diperhitungkan. Kiprahnya bersama Inggris dari tahun 2016 hingga 2024 sangat mengesankan, membawa timnya menembus semifinal Piala Dunia 2018 dan perempat final Piala Dunia 2022. Bahkan, di ajang Piala Eropa, Southgate sukses mengantar Inggris melaju hingga babak final pada edisi EURO 2020 (yang digelar 2021) dan EURO 2024. Kans Timnas Indonesia untuk mengamankan jasanya terbuka lebar, mengingat Southgate saat ini berstatus bebas kontrak.
Giovanni van Bronckhorst (Belanda)
Asisten pelatih Liverpool, Giovanni van Bronckhorst, menawarkan profil menarik dengan pengalaman melimpah di empat liga top Eropa: Belanda, Turki, Skotlandia, dan Inggris. Sebelum menjabat sebagai asisten pelatih, Van Bronckhorst telah mengukir sejumlah gelar bergengsi, termasuk lima trofi di Belanda (Super Cup Dutch, Eredivisie, Dutch Cup), Turkish Super Cup bersama Besiktas, dan Scottish Cup untuk Rangers FC. Daya tarik lain dari mantan kapten Timnas Belanda ini adalah darah keturunan Indonesia, tepatnya Maluku, yang mengalir dari sang ibu, Fransien Sapulette.
Louis van Gaal (Belanda)
Nama besar eks Manchester United, Louis van Gaal, kembali muncul dalam bursa calon pelatih Timnas Indonesia. Spekulasi ini menguat setelah akun Instagram seputar sepak bola Indonesia, @footballabroadindonesia, mengunggah postingan bernuansa kode dengan foto Van Gaal. Sebelumnya, pada Maret 2025, namanya juga sempat dikaitkan untuk posisi Direktur Teknik Timnas Indonesia, bahkan media Belanda marak memberitakan sang “menir” yang kini menjabat Konsultan Ajax Amsterdam itu. Peluang pelatih berusia 74 tahun ini bergantung pada kesediaannya untuk kembali menangani tim nasional di usia senjanya.
Joachim Löw (Jerman)
Pelatih asal Jerman, Joachim Löw, adalah opsi selanjutnya yang tak kalah menarik. Pengalamannya yang teruji di kancah dunia, puncaknya dengan meraih trofi Piala Dunia 2014 bersama Timnas Jerman, menjadi alasan utama pertimbangan. Setelah 15 tahun mengarsiteki Die Mannschaft, Löw resmi menanggalkan jabatannya pada 2021. Dengan status bebas kontrak, kans Timnas Indonesia untuk mendapatkan tanda tangannya terbuka lebar.
Xavi Hernandez (Spanyol)
Mantan pelatih Barcelona, Xavi Hernandez, bisa menjadi opsi alternatif yang menarik bagi Timnas Indonesia. Meskipun belum pernah berkiprah di level tim nasional, Xavi telah membukukan beberapa gelar bergengsi bersama Barcelona dan Al-Sadd SC. Di Barcelona, ia sukses membawa tim meraih gelar Liga Spanyol dan Piala Super Spanyol musim 2022/2023. Bersama Al-Sadd SC, Xavi mencatatkan enam gelar, termasuk satu Liga Qatar dan beberapa piala domestik. Dengan statusnya yang bebas kontrak setelah hengkang dari Barcelona, peluang untuk mendatangkan Xavi terbilang cukup terbuka.
Luciano Spalletti (Italia)
Berikutnya adalah pelatih kawakan asal Italia, Luciano Spalletti. Rekam jejaknya dalam mempersembahkan gelar bagi klub-klub Italia sangat impresif. Ia pernah memberikan tiga gelar untuk AS Roma (dua Coppa Italia dan satu Supercoppa Italiana) serta mengantar SSC Napoli meraih juara Liga Italia. Di luar Italia, Spalletti juga sukses bersama raksasa Rusia, Zenit St. Petersburg, dengan dua gelar Liga Rusia dan satu Piala Rusia. Peluang Timnas Indonesia mengamankan tanda tangan Spalletti terbuka karena status bebas kontraknya setelah angkat kaki dari tim Italia pada 10 Juni 2025.
Walter Mazzarri (Italia)
Pelatih senior asal Italia, Walter Mazzarri, merupakan opsi lain yang layak dipertimbangkan Timnas Indonesia. Mazzarri memiliki catatan gelar bersama SSC Napoli dan Sampdoria. Saat ini, ia berstatus bebas kontrak, sehingga bisa didatangkan Timnas Indonesia dengan skema bebas transfer.
Marco Rose (Jerman)
Pelatih berusia 49 tahun asal Jerman, Marco Rose, juga layak masuk daftar pertimbangan. Meskipun belum memiliki gelar atau pengalaman di tim nasional, Rose tercatat pernah memberikan gelar bergengsi bagi RB Leipzig dan RB Salzburg. Ia menyumbang dua gelar untuk RB Leipzig (DFB Pokal dan Piala Super Jerman) serta dua gelar Liga Austria untuk RB Salzburg pada musim 2017/2018 dan 2018/2019. Peluang untuk mengamankan Marco Rose terbuka lebar, pasalnya ia berstatus tanpa klub setelah terakhir kali membela RB Leipzig pada 30 Maret 2025.
Erik ten Hag (Belanda)
Mantan pelatih Manchester United dan Ajax Amsterdam, Erik ten Hag, bisa menjadi nama kejutan yang dipertimbangkan PSSI. Pengalamannya mengantar Manchester United meraih dua gelar (Piala FA dan Piala Liga) serta tiga gelar Eredivisie, dua Piala Belanda, dan satu Piala Super Belanda bersama Ajax Amsterdam, membuktikan kapasitasnya. Terkini, Erik ten Hag masih berstatus bebas kontrak setelah resmi berpisah dengan timnya pada September 2025 lalu.
Shin Tae-yong (Korea Selatan)
Nama favorit pertama datang dari eks pelatih kepala Timnas Indonesia asal Korea Selatan, Shin Tae-yong. Sosok Shin Tae-yong kembali mencuat pasca kiprah Timnas Indonesia maupun U23 yang belum meraih hasil maksimal. Terlebih, Shin Tae-yong sudah resmi dipecat Ulsan Hyundai pada Kamis, 9 Oktober 2025, sehingga ia bisa didatangkan secara gratis. Namun, PSSI harus bersedia memfasilitasi keinginannya untuk menyelaraskan semua kelompok usia Timnas Indonesia demi menanamkan filosofi yang sama. Shin Tae-yong kemungkinan besar akan mendapatkan karpet merah, mengingat ia masih sangat dicintai oleh suporter Timnas Indonesia, sehingga restu untuk kembali melatih tak akan sulit didapat.
Ole Gunnar Solskjaer (Norwegia)
Meskipun belum memiliki pengalaman melatih tim nasional, mantan pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, memiliki rekam jejak yang mengesankan di level klub. Pelatih asal Norwegia ini pernah mengantar Manchester United ke partai puncak Liga Europa, meski gagal meraih gelar setelah kalah dramatis dari Villarreal melalui adu penalti.
Ralph Hasenhüttl (Austria)
Pelatih asal Austria, Ralph Hasenhüttl, juga layak menjadi opsi pertimbangan bagi Timnas Indonesia. Pengalamannya menahkodai beberapa tim di Liga Inggris dan Jerman menjadi modal berharga. Kans untuk mengamankan Hasenhüttl sangat terbuka lebar, menyusul kariernya yang resmi berakhir pada 4 Mei 2025 lalu.
Rafael Benítez (Spanyol)
Mantan pelatih Liverpool asal Spanyol, Rafael Benítez, adalah opsi menarik lainnya. Catatan gelar mentereng bersama Liverpool FC, Valencia, SSC Napoli, Inter Milan, Newcastle United, dan Chelsea FC dapat menjadi pertimbangan utama PSSI. Sosoknya saat ini bisa didatangkan Timnas Indonesia dengan skema bebas transfer, menyusul kontraknya bersama Celta Vigo yang sudah resmi berakhir pada 12 Maret 2024.
Zinedine Zidane (Prancis)
Pelatih sekaliber legenda Timnas Prancis, Zinedine Zidane, menjadi opsi berikutnya yang paling menarik untuk dipertimbangkan. Kelayakan Zidane tak lepas dari enam gelar bergengsi yang ia catatkan bersama Real Madrid, termasuk dua kali juara dunia antar klub, tiga kali juara Liga Champions, dua kali juara Liga Spanyol, dua kali Piala Super UEFA, dan dua kali Piala Super Spanyol. Statusnya yang bebas kontrak sejak menangani Real Madrid terakhir kali pada 30 Juni 2021 lalu, membuka kans bagi Timnas Indonesia untuk mengamankan tanda tangan pelatih asal Prancis tersebut.
Graham Potter (Inggris)
Pelatih asal Inggris berusia 50 tahun, Graham Potter, bisa menjadi opsi lain yang dipertimbangkan Timnas Indonesia. Mantan pelatih Chelsea ini dapat didatangkan dengan skema bebas transfer. Pengalaman apiknya yang sukses membuat Brighton & Hove Albion tampil memukau di Premier League menjadi pertimbangan. Ia juga tercatat pernah memberikan gelar juara Piala Swedia pada musim 2016/2017.
Roberto Mancini (Italia)
Mantan pelatih Arab Saudi, Roberto Mancini, yang pernah dua kali gagal mengalahkan Timnas Indonesia, adalah salah satu opsi yang patut dipertimbangkan skuad Garuda. Rekam jejaknya yang kenyang gelar di Liga Italia, Inggris, dan Turki menjadi bukti nyata kemampuannya. Inter Milan, SS Lazio, dan Fiorentina adalah tiga tim Serie A Italia yang pernah diberinya gelar. Selain itu, Mancini juga mempersembahkan dua gelar untuk Manchester City dan satu Piala Turki bersama Galatasaray. Di level tim nasional, Roberto Mancini memiliki pengalaman bersama Italia, dengan satu gelar bergengsi juara Euro 2020/2021, dan terakhir bersama Arab Saudi.
(Dilansir TribunWow.com/Adi Manggala S)











