JAKARTA – KALSELBABUSALAM.COM
Suasana Monumen Nasional (Monas) di Jakarta tampak berbeda pada Selasa (18/2/2025) pagi. Ratusan kepala daerah terpilih hasil Pilkada 2024, termasuk Bupati dan Wakil Bupati Kotabaru terpilih, H. Muhammad Rusli dan Syairi Mukhlis, mengikuti gladi kotor sebagai bagian dari rangkaian persiapan menuju pelantikan resmi.
Sejak pukul 07.00 WIB, para kepala daerah berkumpul dalam formasi yang telah ditentukan. Mereka tampak mengenakan kaus putih dan celana training hitam, seragam yang menyimbolkan keselarasan dan kesiapan dalam menjalankan tugas. Instruktur yang bertugas segera memberikan arahan, termasuk latihan peraturan baris-berbaris (PBB) untuk memastikan setiap peserta memahami tata cara pelantikan dengan baik.
Di bawah tenda putih yang disiapkan di lokasi, para kepala daerah duduk berjajar dalam 30 pleton. Bupati dan Wakil Bupati Kotabaru terpilih ditempatkan di pleton 12, sejajar dengan Bupati dan Wakil Bupati Tanah Bumbu terpilih, Andi Rudi Latif dan H. Bahsanuddin.
Sebelum gladi dimulai, instruktur meminta seluruh peserta untuk berdiri dan melakukan pemanasan singkat. Gerakan baris-berbaris dilakukan dengan penuh disiplin dan semangat, mencerminkan kesiapan para pemimpin daerah untuk mengemban amanah rakyat.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bika Arya turut hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan pengarahan langsung kepada para kepala daerah terpilih. Gladi kotor ini menjadi bagian penting dari persiapan sebelum pelantikan resmi oleh Presiden RI Prabowo Subianto yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 20 Februari 2025, di Istana Kepresidenan Jakarta.
Sebanyak 481 kepala daerah yang terdiri dari 33 gubernur dan wakil gubernur, 364 pasangan bupati dan wakil bupati, serta 84 pasangan wali kota dan wakil wali kota, akan mengucapkan sumpah/janji jabatan mereka dalam seremoni yang menandai awal kepemimpinan di daerah masing-masing.
Dengan mengikuti gladi kotor ini, para kepala daerah diharapkan semakin memahami tata cara pelantikan dan semakin siap untuk menjalankan amanah yang telah dipercayakan oleh rakyat.(Ainah)









