KALSELBABUSALAM.COM
BANJARMASIN – Aula Makorem 101/Antasari di Jalan Sudirman, Kota Banjarmasin, menjadi saksi momen penuh haru pada Kamis (5/12). Seremoni pisah sambut Danrem 101/Antasari berlangsung khidmat, menandai berakhirnya masa jabatan Brigjen TNI Ari Aryanto, S.E., M.I.P. yang kini dipercaya sebagai Kasdam VI/Mulawarman, dan dimulainya tugas Kolonel Inf Ilham Yunus, S.Sos., M.Si. sebagai Danrem baru.

Momen ini sekaligus menjadi ajang refleksi atas kepemimpinan Brigjen Ari Aryanto selama 1 tahun 6 bulan terakhir. Dalam suasana penuh kehangatan, Brigjen Ari Aryanto, didampingi istri, mengucapkan rasa terima kasihnya atas dukungan yang ia terima dari unsur Forkopimda, Pemerintah Provinsi, dan masyarakat Kalimantan Selatan.

“Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak, terutama Pemprov dan Forkopimda. Berbagai kegiatan, termasuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), terlaksana dengan baik. Tahun ini, Alhamdulillah, tidak ada Karhutla yang berarti,” ujar Brigjen Ari dengan penuh syukur.

Selama masa kepemimpinannya, Korem 101/Antasari terlibat dalam sejumlah program strategis seperti TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD), TNI Manunggal Air Bersih (TMAB), bedah rumah, karya bakti, hingga penguatan ketahanan pangan. Semua itu, katanya, tidak lepas dari sinergi yang erat antara Korem dengan pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat.

Di akhir pidatonya, Brigjen Ari Aryanto menyampaikan permohonan maaf kepada prajurit dan PNS yang ia pimpin. “Jika ada ucapan atau tindakan saya yang kurang berkenan, baik sengaja maupun tidak, saya mohon maaf setulus hati,” katanya, sebelum menyerahkan tongkat komando kepada Kolonel Inf Ilham Yunus.

Kolonel Inf Ilham Yunus, yang kini resmi menjabat Danrem 101/Antasari, memperkenalkan diri bersama istrinya. Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program-program positif yang telah dirintis pendahulunya.

“Kami bertekad memberikan yang terbaik, baik untuk prajurit maupun masyarakat. Kesejahteraan prajurit akan menjadi prioritas, karena prajurit yang sejahtera akan bekerja dengan baik,” ungkapnya.

Kolonel Ilham juga menyoroti pentingnya kolaborasi dengan pemerintah daerah, kepolisian, dan instansi lainnya untuk menjaga kondusivitas wilayah Kalimantan Selatan, khususnya pasca-Pilkada serentak.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Sekda Provinsi Kalsel mewakili Gubernur, Ketua DPRD Kalsel, Kapolda Kalsel, Kajati Kalsel, serta Kepala BNNP dan Kabinda Kalsel. Turut hadir pula para pejabat TNI-Polri, akademisi, dan mitra Korem 101/Antasari, mencerminkan betapa strategisnya peran Danrem dalam menjaga stabilitas dan kemajuan daerah.

Pisah sambut tersebut ditutup dengan ramah tamah, penyerahan cinderamata, dan sesi foto bersama. Sebuah simbol sederhana, tetapi penuh makna, menandai berakhirnya masa bakti seorang pemimpin dan dimulainya babak baru kepemimpinan Korem 101/Antasari.

Kolaborasi yang erat antara Korem, pemerintah, dan masyarakat menjadi modal penting bagi Kalimantan Selatan dalam menghadapi tantangan di masa depan. Harapan pun mengemuka bahwa sinergi ini terus terjaga demi kemajuan banua.(Penrem 101).

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.