Dilansir dari KalselBabusalam.com, Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengambil langkah proaktif untuk memperkuat sektor pariwisata daerah. Dengan akan dibukanya jalur penerbangan internasional Belitung-Singapura oleh maskapai Scoot, BI mendorong para turis mancanegara yang berwisata ke Pulau Belitung untuk memanfaatkan kemudahan transaksi melalui QRIS Cross Border.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bangka Belitung, Farid Tamsil, menjelaskan bahwa QRIS Cross Border merupakan inovasi sistem pembayaran yang memungkinkan masyarakat Indonesia dan wisatawan dari negara lain untuk bertransaksi menggunakan aplikasi pembayaran digital mereka masing-masing. Ini adalah sebuah terobosan dalam sistem pembayaran lintas negara.

Farid Tamsil lebih lanjut menerangkan, “Saat ini QRIS Cross Border telah dapat digunakan di Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, dan yang terbaru di Korea Selatan. Turis tidak perlu lagi menukar uang secara fisik sehingga transaksi lebih praktis dan efisien,” ujarnya pada Selasa, 28 April 2026. Kemudahan ini secara signifikan mengurangi kerumitan dalam pembayaran selama berwisata.

Menurut Farid, pembukaan jalur penerbangan internasional Belitung-Singapura bukan hanya sekadar konektivitas udara, melainkan sebuah momentum emas bagi pelaku usaha lokal. Ini membuka peluang bagi mereka untuk menjangkau pasar global dengan lebih mudah serta meningkatkan kualitas layanan demi kepuasan turis.

“Kami juga ingin memastikan seluruh pelaku usaha, khususnya UMKM dan sektor pariwisata, siap mengadopsi dan memanfaatkan QRIS, termasuk untuk transaksi lintas negara,” tegas Farid. Kesiapan ini menjadi kunci dalam memaksimalkan potensi ekonomi dari kedatangan wisatawan internasional.

Dalam upaya berkelanjutan, Farid menuturkan bahwa BI berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, perbankan, dan industri. Sinergi ini bertujuan untuk menjaga kemudahan konsumsi masyarakat melalui perluasan akseptasi sistem digital, peningkatan literasi dan edukasi, serta memastikan keamanan dan keandalan sistem pembayaran yang terdepan.

“Kami meyakini bahwa digitalisasi transaksi tidak hanya meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam bertransaksi, tetapi juga mendorong transparansi dan efisiensi yang pada akhirnya berkontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” imbuh Farid. Pandangan ini menegaskan visi BI dalam memajukan perekonomian melalui inovasi digital.

Dari sisi pemerintah daerah, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemerintah Kabupaten Belitung, Paryanta, menyampaikan apresiasinya kepada Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) BI. Ia mengakui kontribusi signifikan TP2DD dalam perluasan digitalisasi transaksi pemerintah daerah.

“Penerapan kanal pembayaran nontunai ini sangat krusial dalam upaya meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas pelayanan wisatawan,” kata Paryanta. Ia menambahkan bahwa langkah ini merupakan bentuk percepatan digitalisasi di area publik, khususnya di Bandara H. AS Hanandjoeddin Belitung, guna mendukung ekosistem pembayaran modern yang lebih maju dan terintegrasi.

Pilihan Editor: Risiko Aturan Baru Memanfaatkan Piutang Negara

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.