
KalselBabusalam.com – Tanpa disadari, pola makan sehari-hari banyak orang kerap mengandung kadar gula yang berlebihan. Sumbernya beragam, mulai dari makanan olahan, minuman manis, hingga camilan yang sering kali luput dari perhatian.
Padahal, akumulasi gula berlebih dalam tubuh dapat mengganggu keseimbangan sistem internal dan menjadi pemicu berbagai masalah metabolisme yang serius. Mengingat pentingnya hal ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menetapkan batas maksimal konsumsi gula harian, yaitu 50 gram.
Meskipun ada panduan resmi, tubuh kita sebenarnya memiliki mekanisme tersendiri untuk memberi sinyal ketika asupan gula sudah melampaui batas yang sehat. Mengenali tanda-tanda ini sangat krusial untuk menjaga kesehatan jangka panjang.
Lantas, apa saja indikator yang menunjukkan bahwa tubuh Anda mungkin kelebihan gula?
Berikut adalah beberapa tanda tubuh kelebihan gula yang perlu Anda waspadai:
1. Gigi Berlubang
Gula menjadi “makanan” favorit bakteri di dalam mulut. Dilansir dari Everyday Health (14/8/2024), ketika bakteri mencerna gula, mereka melepaskan asam sebagai produk sampingan. Asam inilah yang secara bertahap mengikis email gigi, menyebabkan kerusakan permanen yang dikenal sebagai gigi berlubang.
2. Kemunculan Jerawat dan Kerutan
Konsumsi gula berlebih dapat memicu resistensi insulin, suatu kondisi di mana sel-sel tubuh kurang responsif terhadap insulin. Penelitian menunjukkan bahwa resistensi insulin ini berhubungan erat dengan peningkatan risiko timbulnya jerawat.
Selain itu, gula tambahan yang berlebihan juga memicu produksi produk akhir glikasi lanjutan (AGEs) dalam tubuh. Senyawa ini berperan aktif dalam mempercepat proses penuaan kulit, yang manifestasinya terlihat dari munculnya kerutan.
3. Sering Merasa Lapar
Jika Anda mengonsumsi banyak kalori dari gula tambahan, Anda mungkin akan merasakan lonjakan rasa lapar yang tidak biasa. Gula, terutama tanpa diimbangi protein, serat, dan lemak sehat, akan dicerna dengan sangat cepat oleh tubuh. Hal ini menyebabkan fluktuasi gula darah yang tajam, sehingga memicu rasa lapar yang mendorong keinginan untuk terus makan atau “ngemil”.
Lebih jauh lagi, gula dapat mengganggu kerja hormon leptin, hormon yang bertanggung jawab mengirimkan sinyal kenyang ke otak. Gangguan ini membuat tubuh sulit mengenali kapan sudah cukup makan.
4. Perasaan Mudah Tersinggung
Asupan makanan atau minuman tinggi gula tanpa kandungan protein dan lemak yang memadai akan menyebabkan peningkatan gula darah yang sangat cepat. Namun, setelah lonjakan tersebut, tubuh akan segera bekerja keras untuk memprosesnya, yang seringkali diikuti oleh penurunan drastis kadar gula darah.
Penurunan inilah yang menyebabkan Anda merasa lesu, kehilangan energi, dan lebih mudah tersinggung atau “bad mood”.
5. Mudah Merasa Lelah
Meski gula dikenal sebagai sumber energi cepat, konsumsi berlebihan justru dapat memicu rasa lelah yang kronis. Setelah tubuh memproses lonjakan gula, terjadi “penurunan” energi yang membuat Anda merasa lesu dan tidak bertenaga. Ini adalah siklus yang kontradiktif, di mana sumber energi justru menjadi penyebab kelelahan.
6. Makanan Tidak Terasa Cukup Manis
Otak kita memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan tingkat kemanisan yang tinggi. Apabila Anda terbiasa mengonsumsi makanan dan minuman dengan kadar gula berlebih, otak akan membentuk ekspektasi tertentu.
Akibatnya, makanan atau minuman yang memiliki tingkat kemanisan normal atau lebih rendah akan terasa hambar dan kurang memuaskan, karena lidah dan otak Anda sudah “dilatih” untuk merasakan sensasi manis yang sangat intens.
7. Hasrat Kuat untuk Makan Manis Terus-menerus
Gula memiliki efek yang mirip dengan candu karena secara langsung memengaruhi pusat kesenangan di otak. Konsumsi gula memicu pelepasan dopamin, yang sering disebut sebagai “hormon bahagia”. Peningkatan dopamin ini menciptakan sensasi menyenangkan yang membuat seseorang secara naluriah ingin mengulanginya, sehingga timbul dorongan kuat untuk terus mengonsumsi makanan atau minuman manis.
8. Gangguan Kualitas Tidur
Jika Anda sering mengalami kesulitan tidur atau kualitas tidur yang buruk, penting untuk mengevaluasi asupan gula harian Anda. Beberapa studi telah mengindikasikan adanya korelasi antara konsumsi gula tambahan yang tinggi dengan gangguan kualitas tidur.
Bagi individu yang secara kronis mengonsumsi gula berlebihan, hal ini dapat mengacaukan siklus tidur alami tubuh, menyebabkan insomnia, tidur yang tidak nyenyat, atau pola tidur yang tidak teratur.











