
KalselBabusalam.com – Ketua Majelis Syura Partai Ummat Amien Rais kembali menyuarakan keprihatinannya terhadap kondisi ekonomi nasional, terutama dengan merosotnya jumlah kelas menengah dalam lima tahun terakhir. Berbicara di hadapan para kader dalam Tausiyah Politik pada Musyawarah Nasional (Munas) Partai Ummat yang berlangsung di Yogyakarta, Sabtu malam, 2 Mei 2026, Amien menyoroti data yang menunjukkan penurunan drastis.
Menurut Amien, kelompok kelas menengah mengalami penurunan yang signifikan, dari 57,33 juta orang pada tahun 2019 menjadi hanya 47,85 juta orang pada tahun 2024. Penurunan jumlah kelas menengah ini, tegas Amien, merupakan agenda yang sangat krusial dan mendesak untuk segera diatasi oleh pemerintahan Prabowo. Langkah cepat dinilai esensial guna menjaga stabilitas sosial dan ekonomi negara dari potensi gejolak yang lebih luas.
Eks Ketua MPR itu juga menekankan pentingnya upaya serius untuk mengembalikan kedaulatan kekayaan alam Indonesia, yang selama ini dinilai telah dikuasai oleh kelompok tertentu. Tak hanya itu, Amien secara lugas menyoroti dominasi “kekuatan ekonomi gelap” yang menurutnya telah menjerat bangsa sejak lama. Kritik tajam juga ia layangkan kepada kelompok oligarki yang menguasai berbagai sektor di Indonesia, terutama di bidang pertambangan seperti emas, nikel, dan perak, serta penguasaan lahan dengan pola yang terus bertahan dari era kepemimpinan Soeharto hingga kini.
Secara khusus, Amien Rais meminta Presiden Prabowo Subianto agar benar-benar konsekuen dalam menjalankan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. Ia mengibaratkan Indonesia seperti “ayam bertelur emas” yang kekayaannya bisa dijual habis beserta seluruh isinya kepada pihak asing, tanpa menyisakan kemakmuran bagi rakyat sendiri. Pandangan ini menyiratkan kekecewaan mendalam terhadap pengelolaan sumber daya alam yang dinilai tidak berpihak pada kepentingan nasional.
Amien menyatakan kesiapannya untuk memberikan dukungan moril yang besar apabila Presiden Prabowo memegang teguh prinsip kedaulatan ekonomi tersebut. Ia menaruh harapan tinggi agar Prabowo mampu mewujudkan Indonesia yang merdeka secara hakiki, dengan memastikan bahwa seluruh kekayaan alam diperuntukkan bagi kemakmuran dan kesejahteraan bangsa sendiri. Sebuah janji dukungan yang ia yakini akan diikuti oleh mayoritas rakyat.
Dengan keyakinan penuh, Amien meyakini bahwa jika prinsip kedaulatan ekonomi ini dipegang teguh oleh pemimpin negeri, lebih dari 90 persen rakyat Indonesia akan berdiri teguh di belakang Presiden. Meskipun demikian, di tengah kritik kerasnya, Amien tetap optimistis Indonesia tidak akan terpecah belah selama kedaulatan bangsa dijaga oleh para pemimpin. Ia bahkan mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap optimistis dalam mengejar visi besar Indonesia Emas 2045, dengan target-target ambisius seperti pendapatan per kapita sebesar US$ 30.300, penciptaan generasi yang bebas dari stunting, hingga keunggulan dalam kecerdasan digital, meskipun ia mengakui masih banyak kekurangan yang perlu diperbaiki saat ini.
“Kami harapkan Presiden Prabowo dapat membawa Indonesia yang benar-benar merdeka dan berdaulat, dengan prinsip utama bahwa kekayaan alam Indonesia adalah milik bangsa Indonesia sendiri,” tegas Amien, menutup pernyataannya.
Namun, di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, memberikan perspektif yang berbeda. Sebelumnya, ia telah meminta masyarakat kelas menengah maupun kelompok rentan miskin agar bersabar terkait penanganan kemiskinan, yang menurutnya masih berlangsung secara bertahap dan terfokus.
Dilansir dari Antara, Menko Muhaimin Iskandar menjelaskan pada Rapat Tingkat Menteri (RTM) di Jakarta, Senin, 27 April 2026, bahwa pemerintah saat ini sedang berupaya mengatasi kemiskinan ekstrem dan kemiskinan terlebih dahulu. Menurutnya, selama satu setengah tahun masa pemerintahan Prabowo Subianto, fokus utama memang diarahkan untuk menurunkan angka masyarakat miskin dan miskin ekstrem.
“Tentu pemerintah hari ini baru satu setengah tahun ya, akan ada saatnya kita bergerak untuk mengatasi yang rentan miskin. Sabar, kita akan terus bekerja keras, tetapi yang paling pokok kita tuntaskan dulu yang miskin ekstrem,” kata Muhaimin, menegaskan prioritas pemerintah dalam tahapan penanganan kesejahteraan masyarakat.
Pilihan Editor: Efek Merosotnya Jumlah Kelas Menengah Indonesia











