BANJARMASIN, KALSELBABUSALAM.COM— Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banjarmasin memperketat pengawasan di pusat keramaian lewat patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam operasi yang menyasar Pasar Baru/Pasar Lima di Banjarmasin Tengah dan Pasar Batuah di Banjarmasin Timur tersebut, petugas meringkus dua pria yang tertangkap tangan membawa ratusan butir obat-obatan terlarang serta senjata tajam.
Penangkapan pertama terjadi di kawasan Jalan Niaga Timur, Kelurahan Kertak Baru Ilir, Kecamatan Banjarmasin Tengah. Petugas membekuk seorang pria berinisial AS. Dari tangan AS, polisi menyita barang bukti berupa 129 butir obat yang diduga jenis Zenith, uang tunai sebesar Rp2.008.000 hasil transaksi, serta satu buah tas selempang hitam merek Spear.
Di lokasi terpisah, personel Polresta Banjarmasin juga mengamankan pria berinisial Z. Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan 12 butir obat yang diduga Seledril, 2 butir Alprazolam, satu tas selempang hitam, dan sebilah senjata tajam jenis pisau. Kedua pelaku beserta seluruh barang bukti kini telah ditahan di Markas Polresta Banjarmasin untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Riza Muttaqin, S.I.K., S.H., M.H., yang memimpin langsung jalannya patroli KRYD, menegaskan langkah ini merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus menekan peredaran obat terlarang di area publik.
“Patroli KRYD ini adalah bentuk komitmen Polri dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif, sekaligus mencegah peredaran obat-obatan yang berpotensi membahayakan masyarakat,” ujar Riza.
Ia mengimbau masyarakat untuk menjauhi segala bentuk penyalahgunaan maupun peredaran obat-obatan terlarang dan selalu mematuhi hukum yang berlaku. Riza menekankan pentingnya peran aktif warga dalam melaporkan segala aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.
“Masyarakat diminta turut menjaga keamanan lingkungan serta segera melaporkan kepada pihak Kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan. Sinergi Polri dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan Banjarmasin yang aman, tertib, dan bebas dari peredaran narkotika,” katanya.



