
BARITO KUALA, KALSELBABUSALAM.COM
19 September 2026 — Politeknik Hasnur resmi membuka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 dengan membawa semangat “BATULAK – Dari Banua, Berkarya untuk Negeri”. Tak sekadar menjadi seremoni penyambutan, kegiatan ini menjadi momentum kampus vokasi tersebut memperkenalkan arah pendidikan yang menitikberatkan pada karakter, kompetensi kerja, teknologi, dan kewirausahaan.
Ratusan mahasiswa baru mengikuti pembukaan PKKMB yang dirancang untuk mengenalkan lingkungan akademik sekaligus memperlihatkan pendekatan pembelajaran berbasis proyek yang diterapkan Politeknik Hasnur sebagai Technopreneur Campus.
Direktur Politeknik Hasnur, Tesdik Prigel Kaloka, M.Si., mengatakan pembentukan karakter mahasiswa tidak berlangsung secara instan. Menurut dia, proses tersebut dibangun melalui langkah dan keputusan yang diambil mahasiswa setiap hari.
“Setiap langkah dan keputusan yang diambil hari ini akan membentuk karakter, yang kemudian menentukan kepribadian di masa depan. Kepribadian mahasiswa baru ini kelak membentuk karakter wilayah, dan karakter wilayah tersebut menjadi cerminan kepribadian bangsa Indonesia. Luluslah dari Politeknik Hasnur dengan kualitas diri yang jauh lebih baik daripada ketika pertama kali masuk,” tegas Tesdik.
Pesan tersebut sejalan dengan tantangan dunia kerja yang menuntut lulusan tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi dan kebutuhan industri.
Partnership Mentor & Consultant (Senior Executive), H. Hairansyah, S.H., M.H., mengatakan pendidikan vokasi memiliki posisi penting dalam menjembatani kebutuhan dunia pendidikan dengan industri.
“Pendidikan vokasi bukan pendidikan kelas dua, melainkan solusi kebutuhan masa depan. Generasi vokasi harus dibekali kompetensi, karakter, dan kemampuan beradaptasi. Jangan hanya menjadi pencari kerja atau pengguna teknologi, jadilah job creator dan technopreneur yang mampu menciptakan dampak bagi masyarakat,” ujar Hairansyah.
Pembukaan PKKMB sekaligus menjadi panggung bagi mahasiswa Politeknik Hasnur untuk memperlihatkan hasil pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning).
Sejumlah karya inovasi dari tujuh program studi ditampilkan, antara lain Polihasnur Garage di bidang otomotif, Agrotech IoT Jamur Tiram, Pyropalm, Hiyung Hub, JARSA, FinMo yang mengembangkan solusi digital dan finansial, serta TRM Project di bidang rekayasa multimedia.
Rangkaian karya tersebut menjadi gambaran pendekatan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga penerapan kompetensi untuk menghasilkan produk atau solusi.
Prosesi pembukaan diawali pertunjukan seni budaya Kalimantan Selatan, termasuk Tari Putri Mandau yang dibawakan UKM Sanggar Seni Harmoni dan seni tutur Madihin oleh Abdul Halim Am. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa, pengumandangan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan Mars Politeknik Hasnur.
Peresmian PKKMB ditandai dengan pemukulan gong secara simbolis oleh jajaran pimpinan institusi, Yayasan Hasnur Centre, serta pejabat daerah yang hadir.
Pada kesempatan yang sama, dilakukan penyematan tanda peserta kepada perwakilan mahasiswa dari tujuh program studi. Politeknik Hasnur juga menyerahkan beasiswa dari sejumlah mitra strategis, yakni LLDIKTI Wilayah XI, Yayasan Hasnur Centre, Hasnur Group, UPZ Bakti Bersama, dan Pemerintah Daerah.
Pembukaan PKKMB tersebut dihadiri sejumlah pejabat daerah dan pemangku kepentingan, di antaranya Bupati Kabupaten Balangan H. Abdul Hadi, S.Ag., M.I.Kom.; Sekda Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar, S.STP., M.Si.; Sekretaris Umum Yayasan Hasnur Centre Nina Richi Tresy Putri; Asisten 3 Setda Barito Kuala Mety Monita, S.H.; Ketua Tim Akademik dan Kemahasiswaan LLDIKTI Wilayah XI Denny Lazuardy, S.H.; serta perwakilan instansi dan mitra industri strategis.
Melalui PKKMB 2026/2027, Politeknik Hasnur mengarahkan mahasiswa baru untuk tidak hanya menjalani proses pendidikan vokasi, tetapi juga mengembangkan keterampilan teknologi, karakter, kemampuan beradaptasi, dan jiwa kewirausahaan.
Semangat tersebut dirangkum dalam tema “BATULAK – Dari Banua, Berkarya untuk Negeri”, yang menjadi pijakan kampus untuk mendorong lahirnya talenta muda yang memiliki kompetensi dan mampu menciptakan dampak melalui inovasi.
Politeknik Hasnur merupakan perguruan tinggi vokasi di bawah naungan Yayasan Hasnur Centre yang berfokus pada pengembangan Technopreneur Campus. Kampus ini mengusung kurikulum berbasis praktik industri dan inovasi digital dengan tujuan mencetak lulusan terampil, berkarakter, dan siap bersaing di pasar kerja global.
(Suria)


