
BANJARMASIN – KALSELBABUSALAM.COM
Di tengah suasana khidmat menjelang bulan suci Ramadan 2026, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Kalimantan Selatan H.Muhammad Tambrin menegaskan bahwa keberagaman adalah kekuatan utama masyarakat “Banua”. Perayaan Imlek dan rangkaian tradisi etnis Tionghoa dipastikan berjalan beriringan dengan suasana religius umat Islam dalam bingkai toleransi yang erat.
Kepala Kanwil Kemenag Kalsel menyatakan bahwa kehadiran otoritas agama dalam perayaan warga Tionghoa di Kelenteng Po An Kiong Jalan niaga utara Banjarmasin adalah bentuk dukungan nyata negara terhadap seluruh umat beragama tanpa terkecuali.
“Saya hadir di sini untuk menunjukkan bahwa saya berada di sini. Ini adalah umat kita, saudara kita, kerabat kita yang harus kita dukung dan kita bantu dalam kegiatan keagamaan mereka,” tegasnya saat ditemui di tengah rangkaian perayaan Imlek pada, Sabtu 14 Februari 2026 baru-baru ini.
Menanggapi jadwal perayaan Cap Go Meh yang jatuh bertepatan dengan bulan Ramadan, Kemenag memberikan lampu hijau bagi pementasan seni tradisional seperti Barongsai. Namun, terdapat imbauan khusus untuk menjaga kekhusyukan umat yang sedang menjalankan ibadah puasa.
“Silakan saja kita melaksanakan perayaan Imlek. Nanti kalau ada Barongsai, itu juga menjadi suasana hiburan bagi masyarakat. Barongsai malam hari ya, setelah kita berbuka puasa. Kita saling menghormati yang sedang berpuasa,” ujar Kepala Kanwil Kemenag Kalsel ini.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa hiburan rakyat dan tradisi budaya tidak mengganggu ritme ibadah, melainkan justru memperkaya warna keberagaman di Kalimantan Selatan.
Kepala Kanwil menilai suasana harmonis yang tercipta saat ini membuktikan bahwa perbedaan etnis bukan lagi menjadi pemisah, melainkan aset budaya. Ia menekankan pentingnya melestarikan tradisi Tionghoa sebagai bagian dari identitas Indonesia.
“Ini adalah suasana yang menunjukkan bahwa tradisi umat Tionghoa dalam merayakan Imlek merupakan bagian dari aneka keberagaman umat di Indonesia. Ini adalah tradisi dan budaya yang kita hormati dan kita lestarikan di Banua,” tambahnya.
Mengakhiri pernyataannya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergandengan tangan demi kemajuan kota. “Sangat setuju. Mari kita bersama-sama,” pungkasnya optimis.
Reporter: Muhammad.
Kalselbabusalam.com.










