BANJARBARU KALSELBABUSALAM.COM

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banjarbaru membuka ruang partisipasi masyarakat melalui Forum Konsultasi Publik (FKP) sebagai langkah memperkuat kualitas pelayanan yang responsif, inklusif, dan berintegritas.

Forum bertema “Mewujudkan Pelayanan Publik BBPOM di Banjarbaru yang Responsif, Inklusif, dan Berintegritas Melalui Penguatan Standar Pelayanan dan Partisipasi Masyarakat” itu digelar di Aula BBPOM Banjarbaru, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari organisasi perangkat daerah pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, pelaku usaha, akademisi, organisasi masyarakat, hingga media massa. Peserta diberi ruang untuk menyampaikan masukan, kritik, saran, serta rekomendasi terhadap standar layanan BBPOM Banjarbaru.

Plt Kepala BBPOM di Banjarbaru, Ary Yustantiningsih, mengatakan forum tersebut menjadi bagian dari komitmen lembaganya dalam melakukan perbaikan pelayanan publik secara berkelanjutan.

“Kami ingin memastikan setiap layanan yang diberikan mampu merespons kebutuhan masyarakat secara cepat dan tepat, memberikan akses yang setara bagi seluruh kelompok masyarakat termasuk kelompok rentan, serta dilaksanakan dengan penuh integritas dan profesionalisme,” ujar Ary.

Menurutnya, FKP juga merupakan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik yang menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam evaluasi dan penyempurnaan layanan pemerintah.

“Melalui forum ini kami membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan masukan, kritik, maupun rekomendasi yang konstruktif. Semua masukan akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kami,” katanya.

Ary menjelaskan, BBPOM Banjarbaru tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan obat dan makanan, tetapi juga memberikan pendampingan kepada pelaku usaha serta berbagai layanan publik yang berorientasi pada kepuasan masyarakat.

“Tujuan utama kami adalah memberikan pelayanan terbaik. Kami ingin masyarakat yang datang dan mendapatkan layanan dari BBPOM Banjarbaru benar-benar merasakan pelayanan prima dan merasa terlayani secara maksimal,” tambahnya.

Saat ini, BBPOM Banjarbaru terus mengembangkan inovasi pelayanan, antara lain melalui penguatan aksesibilitas bagi kelompok rentan, optimalisasi teknologi informasi, serta pembangunan budaya kerja yang berintegritas dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.

BBPOM Banjarbaru juga mengajak Ombudsman Republik Indonesia, pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, organisasi masyarakat, dan media untuk terus bersinergi dalam mengawal peningkatan mutu pelayanan publik.

“Pelayanan publik yang responsif, inklusif, dan berintegritas tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat agar layanan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengguna layanan,” pungkas Ary (mckalsel).